Kamis, 29 Januari 2026

Peringatan Otda dan Hari Kartini, Amsakar Serukan Kolaborasi Pembangunan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Upacara peringatan Hari Otonomi Daerah di Dataran Engku Putri Batam Center, Jumat (25/4).

batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyebut peringatan Hari Otonomi Daerah yang jatuh pada 25 April menjadi tonggak penting dalam perjalanan pembangunan di Indonesia.

Menurutnya, tema yang diusung tahun ini bukan hanya sekadar slogan seremonial, melainkan panggilan moral bagi seluruh kepala daerah untuk memperkuat kolaborasi antara pusat dan daerah. Hal itu disampaikannya dalam Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-29 dan Hari Kartini Tingkat Kota Batam Tahun 2025, di Dataran Engku Putri Batam Center, Jumat (25/4).
“Otonomi bukan berarti berjalan sendiri. Otonomi yang sejati adalah yang memperkaya dan memperkuat kolaborasi pembangunan,” kata dia.
Amsakar menekankan, Indonesia adalah bangsa besar bukan hanya karena luas wilayah atau jumlah penduduknya, tetapi karena kuatnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Dalam konteks ini, Batam disebutnya memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak pembangunan nasional di bagian barat Indonesia. Oleh karena itu, harmonisasi dan sinergi antara Pemko Batam, BP Batam, Forkopimda, serta seluruh pemangku kepentingan patut dijagaa.
Ia menilai peringatan Hari Otonomi Daerah harus menjadi momentum refleksi, mengevaluasi sejauh mana otonomi daerah telah memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pelayanan publik, percepatan kesejahteraan masyarakat, dan peningkatan daya saing daerah.
“Kita jadikan momen ini untuk meneguhkan kembali komitmen bersama. Kita perlu memperkuat pelayanan kepada masyarakat dan memastikan bahwa kebijakan daerah benar-benar berorientasi pada kesejahteraan rakyat,” ujar Amsakar.
Peringatan Hari Otonomi Daerah tahun ini juga bertepatan dengan Hari Kartini, yang menurut dia menjadi simbol penting perjuangan kesetaraan dan kemandirian perempuan Indonesia. Ia menyebut, nilai-nilai yang diperjuangkan RA Kartini sejalan dengan semangat otonomi daerah.
“Perempuan Indonesia hari ini bukan hanya sekadar pelengkap, tetapi penggerak kemajuan bangsa. Semangat Kartini adalah cerminan keberdayaan dari bawah, yang menolak segala bentuk ketimpangan,” katanya.
Amsakar menyampaikan perjuangan otonomi daerah dan perjuangan kesetaraan gender memiliki kesamaan substansial, yakni memperjuangkan hak, membuka ruang partisipasi, serta menumbuhkan inovasi dari tingkat akar rumput.
Untuk mencapai cita-cita besar Indonesia Emas 2045, dibutuhkan sinergi yang kuat dari pusat hingga daerah. Tidak ada pembangunan nasional yang berhasil tanpa fondasi daerah yang kuat dan terhubung dengan visi bersama.
“Cita-cita Indonesia Emas 2045 hanya bisa kita capai melalui kerja nyata dari semua lini. Dari desa, kecamatan, kota, hingga nasional. Ini kerja kolaboratif,” katanya.
Amsakar pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat inovasi, memperkuat kolaborasi, dan melayani publik dengan ketulusan. “Mari kita bangun Indonesia dari Batam, dengan sinergi, inovasi, dan semangat melayani. Inilah kerja bersama menuju masa depan yang lebih baik,” tambahnya. (*)
Reporter: Arjuna

Update