Sabtu, 17 Januari 2026

Permintaan E-KTP di Batam Capai 500 Per Hari, Disdukcapil Ajukan 15 Ribu Blangko ke Pusat

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Warga saat mengurus berbagai dokumen administrasi kependudukan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Permintaan pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) di Kota Batam terus meningkat, dengan rata-rata 500 pemohon setiap hari. Di sisi lain, ketersediaan blangko E-KTP saat ini hanya tersisa 1.000 keping, sehingga pelayanan pencetakan harus diprioritaskan bagi masyarakat dengan kebutuhan mendesak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam, Ashraf Ali, mengatakan pihaknya telah mengajukan permintaan tambahan blangko E-KTP sebanyak 15.374 keping ke Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

“Kami sudah mengajukan permintaan sebanyak 15.374 blangko ke pusat, tetapi belum tahu berapa yang akan diberikan. Kalau sudah ada informasi, kami akan langsung menjemput ke Jakarta,” kata Ashraf, Senin (10/2).

Menurutnya, Disdukcapil Kota Batam saat ini masih memiliki tunggakan pencetakan sebanyak 5.374 keping E-KTP, yang merupakan akumulasi dari 12 kecamatan di Batam. Karena itu, stok blangko yang tersisa hanya diberikan kepada warga dengan kebutuhan yang sangat mendesak.

“Sisa 1.000 keping blangko ini diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar urgen, seperti KTP yang hilang, rusak, serta bagi warga yang baru berusia 17 tahun dan membutuhkan KTP untuk pengurusan BPJS,” ujarnya.

Sementara itu pantauan di Kantor Disdukcapil Kota Batam di Sekupang menunjukkan ratusan warga memadati area pelayanan sejak pagi. Banyak warga yang datang untuk mengurus berbagai dokumen administrasi kependudukan.

Warga mulai berdatangan sejak layanan dibuka pukul 07.30 WIB. Mereka ingin mendapatkan nomor antrean lebih awal agar proses pengurusan dokumen bisa cepat selesai.

Andi, salah satu warga Batam, mengaku datang lebih pagi agar bisa mengurus akta kelahiran anak keduanya dengan cepat.

“Saya datang pagi-pagi biar bisa cepat selesai. Kalau datang siang, antreannya sudah panjang sekali,” ujar Andi.

Hal serupa juga diungkapkan Widia, warga Sekupang, yang datang untuk mengurus KTP adiknya. “Adik saya mau melamar kerja, tapi butuh KTP sebagai syaratnya. Jadi saya ke sini lebih awal supaya bisa segera diurus,” katanya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update