Kamis, 8 Januari 2026

Pertamina Pastikan Kuota LPG 3 Kilogram di Batam Tidak Berkurang

Stok Aman, Masyarakat Diminta Tak Panik

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Warga antri membeli gas 3 Kg saat operasi pasar. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pertamina Patra Niaga membantah isu berkurangnya pasokan LPG 3 kilogram atau gas melon di Batam. Meski masyarakat di sejumlah kawasan seperti Mediterania dan Mega Legenda sempat kesulitan mendapatkan tabung gas subsidi, Pertamina memastikan kuota distribusi tetap aman dan tidak ada pengurangan.

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kepri, Bagus Handoko, menegaskan distribusi justru meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, realisasi distribusi harian berada di angka 144 metrik ton, kini telah naik menjadi 177 metrik ton per hari.

“Enggak ada istilah pengurangan pasokan. Yang terjadi adalah kebutuhan semakin bertambah,” ujarnya, Selasa (26/8).

Menurut Bagus, Batam sebagai kota tujuan pendatang memiliki tingkat kebutuhan energi yang dinamis dan sulit diprediksi. Pertumbuhan pelaku UMKM, khususnya di sektor kuliner rumahan dan warung makan, menjadi salah satu faktor utama peningkatan konsumsi LPG subsidi.

“UMKM adalah pihak yang memang berhak menerima subsidi. Karena itu, strategi pemenuhan kebutuhan terus kami lakukan, meski membutuhkan waktu untuk menyesuaikan distribusi sesuai perkembangan di lapangan,” jelasnya.

Pertamina bersama agen dan pemerintah daerah juga rutin melakukan evaluasi kebutuhan setiap tiga bulan sekali. Melalui rekomendasi yang diajukan, pola distribusi akan terus disesuaikan agar tetap tepat sasaran.

Terkait laporan kelangkaan, Bagus menegaskan bukan karena suplai macet. Sebaliknya, distribusi LPG 3 kilogram di Batam justru naik 20 persen dibandingkan tahun lalu, bahkan menjadi salah satu yang tertinggi secara nasional.

Ia menilai kekosongan tabung di beberapa titik lebih disebabkan fenomena panic buying. Kekhawatiran masyarakat terhadap isu kelangkaan membuat sebagian membeli tabung lebih banyak dari kebutuhan normal.

“Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang. Selama ini suplai tidak pernah bermasalah. Yang membuat distribusi terasa tersendat adalah pembelian berlebihan akibat keresahan masyarakat,” tegasnya.

Pertamina bersama Disperindag Batam kini terus memperketat pengawasan agar distribusi tepat sasaran. Masyarakat pun diminta tetap tenang karena stok LPG 3 kilogram di Batam dipastikan aman.

Reporter: Arjuna

Update