
batampos – Pertamina memastikan pasokan gas 3 kilogram di Kota Batam tetap aman. Meski sempat terjadi hambatan distribusi dari Tanjung Uban ke Batam, langkah pemulihan langsung dilakukan dengan menambah jam operasional dan penyaluran fakultatif ke pangkalan.
Sales Branch Manager Pertamina Kepri, Bagus Handoko, menegaskan tidak ada pengurangan volume distribusi gas subsidi tersebut. “Kami pastikan tidak ada pengurangan. Sempat ada trouble di jalur distribusi, namun segera diatasi dengan menambah jam operasi fuel terminal dan SPBE,” ujarnya, Kamis (2/10).
Gangguan pengiriman sempat menimbulkan keterlambatan penyaluran ke sejumlah agen dan pangkalan. Namun, kata Bagus, kondisi itu tidak berlangsung lama. Pertamina langsung menyiapkan skema recovery agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Upaya yang kami lakukan antara lain menambah jam operasional penerimaan LPG hingga malam hari, SPBE beroperasi bahkan di hari Minggu, serta monitoring ketat penyaluran agen ke pangkalan,” jelasnya.
Baca Juga: Aturan Baru Antrean Haji Disiapkan, Kemenag Batam Siap Menyesuaikan
Sebagai langkah tambahan, Pertamina juga menyalurkan pasokan fakultatif atau ekstra di luar alokasi reguler. Tambahan ini sudah mulai disalurkan sejak awal Oktober ke sejumlah kecamatan di Batam.
Pada 1 Oktober 2025, tambahan distribusi disalurkan ke Kecamatan Sekupang sebanyak 1.120 tabung, Nongsa 560 tabung, Sungai Beduk 560 tabung, Bengkong 1.120 tabung, Batam Kota 560 tabung, Batuaji 560 tabung, serta Sagulung 560 tabung.
Kemudian pada 2 Oktober, penyaluran ekstra kembali ditambah sebesar 5.040 tabung. Rinciannya, Sekupang 1.200 tabung, Nongsa 560 tabung, Bengkong 560 tabung, Lubuk Baja 560 tabung, Batuaji 760 tabung, dan Sagulung 1.400 tabung.
“Penambahan ini akan terus dilakukan selama lima sampai tujuh hari ke depan sambil kami pantau kondisi di lapangan,” kata Bagus.
Baca Juga: PP 25/2025 Disosialisasikan, Pengusaha Minta Kepastian, BP Batam Janji Permudah Proses
Ia mengakui riak kecil memang masih terjadi di beberapa wilayah karena keterlambatan distribusi sebelumnya. Namun pihaknya berkomitmen agar pasokan kembali stabil secepatnya.
Pertamina juga mengingatkan agar masyarakat membeli LPG 3 kilogram di pangkalan resmi dengan harga sesuai HET. Hal itu untuk menghindari permainan harga di tingkat pengecer.
“Insya Allah lanjut kami tambahkan sampai 5 – 7 hari kedepan. Sambil kami monitor perkembangan di lapangan,” tegas Bagus. (*)
Reporter: Yashinta



