Kamis, 2 April 2026

Pertumbuhan Ekonomi Kepri di Bawah 10 Persen

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad (Foto: Cecep Mulyana / Batam Pos)

batampos – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad menyebut, pertumbuhan ekonomi Kepri di bawah 10 persen dinilai masih kecil. Seharusnya Kepri bisa tumbuh hingga 15 persen per tahun.

”Targetnya itu harus 15 persen,” kata Ansar usai pelantikan DPP Apindo Kepri, Kamis (2/5) di Swissbelhotel Harbour Bay.

Ansar mengatakan, target tinggi itu sangat beralasan, sebab banyak faktor yang bisa mendukung semua itu. Apalagi beberapa daerah di Kepri memiliki keistimewaan yang besar dibandingkan daerah lainnya di Indonesia.

Ia mengatakan, pemerintah pusat sudah memberikan insentif pajak dan barang mewah. Selain itu, pemerintah juga sudah memberikan privilege yang besar. Seperti di Batam sudah ada KEK dan KPBP. Namun, ia melihat pertumbuhan ekonomi masih kayak kura-kura.

”Malu rasanya pemerintah sudah kasih privilege, tapi pertumbuhan ekonomi belum bisa di atas 10 persen,” ungkap Ansar.

Agar pertumbuhan ekonomi Kepri bisa lebih tinggi lagi, butuh kesungguhan semua pihak, sehingga bisa mengejar itu semua. ”Perlu kolaborasi bersama,” ungkapnya.

Ansar juga menyoroti insentif dari pemerintah pusat sudah luar biasa. Pemerintah daerah, kata Ansar, perlu memberikan insentif pelayanan birokrasi. Selain itu, pemerintah daerah harus mampu dan berani menyampaikan persoalan yang menghambat investasi dan perekonomian.

Baca Juga: 3 Hari ke Depan Batam Lebih Basah dan Sejuk

”Harus berani sampaikan ke pusat, pengurusan amdal yang masih lama, rekomendasi pelepasan hutan yang lambat. Itu semua harus disampaikan,” tutur Ansar.

Ansar juga mengatakan, pemerintah daerah harus memberikan dukungan penuh terhadap para pengusaha. ”Jangan persulit pengusaha, jangan membebankan pengusaha dengan pungutan yang macem-macem,” pinta Ansar.

Ia berharap, dukungan dari pemerintah daerah yang maksimal, dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kepri ke depan.

”Kita semua perlu mendukung Indonesia Rama investasi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPP Apindo Kepri, Stanly Rocky mengatakan, pihaknya akan pro aktif menyampaikan ke pusat maupun ke pemda hal-hal yang menghambat dunia usaha.
Pihaknya akan menginventarisir semua persoalan yang dihadapan pengusaha, agar bisa dicarikan jalan terbaik.

Ia yakin, dengan kolaborasi yang baik, termasuk dengan pemerintah dan para pengambil kebijakan, maka tidak ada masalah dan hambatan yang tak bisa diselesaikan.

”Makanya kita mengung tagline, ’Inovasi dan Kolaborasi Membangun Ekonomi Berkelanjutan di Kepulauan Riau’. Kami yakin bisa. Ini tugas bersama membuat Kepri lebih maju lewat kolaborasui,” ujar Stanly.

Hal senada dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Apindo, Sinta Wijaya Hamdani. Ia mengungkapkan, segala hal yang menjadi hambatan dalam dunia usaha dan investasi, telah DPN serahkan ke tim pemerintahan terpilih Prabowo-Gibran. Sinta berharap, hambatan-hambatan dalam berusaha itu bisa dihilangkan, termasuk di daerah.

”Makanya kami mendorong DPP Apindo Kepri segera bekerja menyampaikan semua apa yang menjadi kendala di Kepri agar segera disampaikan ke pusat untuk diteruskan ke pemerintahan terpilih,” ujar Sinta. (*)

 

Reporter : FISKA JUANDA

UPDATE