Senin, 26 Januari 2026

Pertumbuhan Industri Dongkrak Permintaan Hunian di Tanjung Uncang

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos– Batam semakin memperkuat posisinya sebagai kota industri dengan kebutuhan tenaga kerja yang terus meningkat. Berdasarkan laporan Industrial Estate in Batam 2023 yang dirilis Badan Pengusahaan (BP) Batam, tercatat lebih dari 38 negara menanamkan investasinya di Batam, di antaranya Singapura, Korea Selatan, Tiongkok, British Virgin Island, Malaysia, Australia, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Taiwan, Belanda, hingga Jepang.

Hingga saat ini, terdapat 31 kawasan industri yang beroperasi di Batam
Pada triwulan II tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat sebesar 6,66 persen (year on year), melampaui rata-rata pertumbuhan nasional sebesar 5,3 persen menurut data dari BP Batam.

Sektor industri manufaktur dan pengolahan menjadi kontributor utama bagi laju pertumbuhan tersebut. Angka ini sekaligus menunjukkan bahwa Batam semakin solid sebagai pusat pertumbuhan industri dan investasi di Indonesia.

BACA JUGA: Kepala BP Batam Buka REI EXPO 2025 : Industri Properti Multiplier Effect Bagi Ekonomi Batam

Sementara itu, Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan Batam memiliki rata-rata
pertumbuhan investasi di angka 12,71 persen di lima tahun terakhir.

Dari puluhan kawasan industri yang ada, Tanjung Uncang menjadi salah satu titik penting dengan keberadaan tiga kawasan industri besar. Berdasarkan catatan Industrial Estate in Batam 2023, kawasan ini menampung setidaknya 126 perusahaan ternama yang aktif beroperasi.

Aktivitas industri yang padat menjadikan Tanjung Uncang sebagai episentrum industri sekaligus kawasan strategis di Kota Batam. Keberadaan perusahaan-perusahaan besar tersebut menyerap ribuan tenaga kerja setiap tahunnya. Arus kedatangan pekerja dari berbagai daerah di Indonesia ke Batam pun terus meningkat. Kondisi ini secara
langsung mendorong kebutuhan hunian di sekitar Tanjung Uncang, terutama rumah yang dekat dengan kawasan industri untuk mempermudah akses kerja sekaligus menekan biaya hidup.

Panji Irawan, Head Sales & Marketing Central Raya Tanjung Uncang, mengungkapkan bahwa kawasan perumahan tersebut menjadi salah satu yang paling diminati.

“Central Raya Tanjung Uncang sudah berhasil menjual lebih dari 900 unit rumah. Mayoritas pembeli mencari hunian di Tanjung Uncang karena lokasinya dekat dengan tempat kerja dan juga untuk disewakan kepada pekerja,” ujarnya.

Fenomena ini sekaligus membuka peluang investasi properti yang menjanjikan. Selain untuk kebutuhan rumah tinggal, tingginya permintaan juga datang dari pasar hunian sewa seperti rumah kontrakan maupun kos-kosan.

Menjawab permintaan tersebut, Central Raya Tanjung Uncang meluncurkan cluster baru bertajuk New Kayana. Cluster ini menawarkan rumah tipe 32 dengan dua kamar tidur dan halaman luas, berlokasi di area strategis dengan akses ke sekolah dalam kawasan, dekat dengan Masjid Raya Sultan Mahmud Riayat Syah Kota Batam, serta fasilitas publik lainnya.

Ketersediaan hunian yang terbatas di kawasan industri seperti Tanjung Uncang menandakan urgensi tinggi bagi masyarakat untuk segera memiliki rumah di lokasi strategis. Data pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja menunjukkan bahwa permintaan hunian di wilayah ini akan terus meningkat. Dengan cicilan mulai dari Rp2 jutaan per bulan, unit siap huni di New Kayana diperkirakan akan cepat
terserap pasar, seiring tren tingginya permintaan rumah di kawasan industri Batam. (*)

Reporter: Alfian

Update