Jumat, 27 Februari 2026

Pesan Kapolri Saat Penutupan Rakernis SSDM Polri di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri penutupan Rakernis SSDM Polri 2023 di Batam. Foto: Azis Maulana/Batam Pos

batampos – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan peringatan keras kepada seluruh anggota Kepolisian untuk tidak berbuat curang dalam proses rekrutmen Polri.

Hal tersebut di sampaikannya saat memberikan arahan penutupan Rakernis SSDM Polri 2023 di Batam.

“Seperti kemarin terjadi ada lima calo yang ada di Jawa Tengah, dan kemudian muncul protes kenapa hukumannya ringan hanya demosi, maka sudah saya perintahkan ke Kapolda untuk menberikan hukuman PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat) atau proses pidana. Pesan ini harus sampai ke semua anggota, sehingga tidak ada yang bermain-main dengan masalah ini,” ujar Kapolri, Jumat (17/3/2023).

Baca Juga: Satu Lagi Rute Baru di Bandara Internasional Hang Nadim Batam

Hal itu sampaikan setelah adanya hasil survei dari Charta Politika periode tanggal 22 sampai dengan 28 Februari 2023 bahwa masih terdapat 31,4 persen penyimpangan dalam siatem rekrutmen Polri.

Menurutnya, hal ini harus ditindak tegas terhadap anggota yang ketahuan bermain dalam proses rekrutmen anggota baru Polri ini.

Kapolri mengatakan, sebagai personel kepolisian seharusnya memuliakan amanah yang sudah diberikan oleh negara, bukannya malah menghalalkan segala cara untuk memperoleh keuntungan pribadi.

Baca Juga: Dinkes Kota Batam Catat 437 Kasus TBC Pada Anak

“Ini harus disampaikan ke semua orang, kemuliaan menjadi seorang anggota Polri itu harus ditempuh dengan cara yang benar. Misalkan rekrutmen untuk menjadi anggota Bintara atau menjadi anggota Akpol, katakan kepada masyarakat bahwa caranya harus dengan lulus tes. Itu saja. Kecuali memang memakai jalur prestasi. Tapi semuanya tidak ada yang secara transasksional,” katanya.

Hal itu juga berlaku kepada anggota yang ingin naik promosi jabatan kata Sigit, jangan sampai ada yang berbuat tidak sportif seperti menyogok ke anggota SSDM.

Baca Juga: Infrastruktur Membaik Investasi Menurun

“Sampaikan ke anggota kita, yang penting itu berprestasi. Karena memang sudah dibuat aturannya. Nanti bagian SSDM bisa melihat, mana prestasi yang bisa untuk promosi jabatan dan mana prestasi yang bisa untuk melanjutkan sekolah. Sehingga nanti mereka bisa berlomba-lomba melakukan itu,” ucapnya.

Sekali lagi dia menegaskan, apabila tidak ada perubahan dalam hal ini dan masih ada yang melanggar. Maka dia tidak akan segan-segan memberikan sangsi keras.(*)

Reporter: Azis Maulana

SALAM RAMADAN