
batampos – Perhimpunan Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI) Cabang Batam-Kepri resmi menggelar Batam Orthopaedi Seminar and Workshop (BOSS) 2025 untuk pertama kalinya. Acara yang berlangsung dua hari di Harris Hotel Batamcenter, Sabtu-Minggu (13-14), ini diawali dengan workshop keterampilan, kemudian dilanjutkan seminar dan simposium.
Tak hanya seminar, dalam kesempatan itu juga berlangsung pengukuhan pengurus PABOI Kepri oleh Ketua Umum PABOI, Prof. Dr. dr. Ismail Hadi Soebroto Dilogo, SpOT. Subsp.P.L (K). Pengukuhan itu dihadiri Walikota Batam Amsakar Ahmad, Kepala Dinas Kesehatan dr Didi Kusmarjadi dan tamu undangan lainnya.
Pada kesempatan itu, Ketua Umum PABOI, Prof. Dr. dr Ismail Hadi Soebroto Dilogo, Sp.OT, Subsp. P.L (K) memberikan kuliah pleno tentang Stem Cell in Orthopaedic and Traumatology in Daily Practice: Regulation and Standardized Medical Service. Yang kemudian berlanjut materi dalam empat simposium. yang dibawakan sejumlah pakar ortopedi nasional.
Ketua PABOI Batam-Kepri, Dr. dr. Ronny Sutanto, Sp.OT, Subsp. CO(K), MARS, mengatakan kegiatan ini menjadi tonggak baru bagi dokter ortopedi di Kepri.
“Alhamdulillah, hari ini kami mengadakan seminar sekaligus pelantikan pengurus PABOI Batam-Kepri. Ada 14 anggota resmi yang dilantik langsung oleh Ketua Umum PABOI Pusat, Prof. Dr. dr Ismail Hadi Soebroto Dilogo,” ujarnya.
Ia menyebut, kehadiran PABOI Batam diharapkan bisa memperkuat layanan ortopedi di Kepri. Visi besarnya, organisasi ini dapat diakui di tingkat lokal maupun nasional.
“Misi kami adalah mensejahterakan anggota, memberi perlindungan hukum, serta meningkatkan pelayanan ortopedi di Kepri melalui kegiatan ilmiah dan sosial,” jelasnya.
Ronny menambahkan, selain seminar, PABOI Batam-Kepri juga akan aktif menggelar bakti sosial, edukasi kesehatan, serta pelatihan bagi tenaga medis di berbagai daerah.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjangkau hingga Tanjungpinang, Anambas, dan wilayah lain di Kepri,” ujarnya.
Sementara, Ketua panitia BOSS 2025, dr. Deded Yudha Pranatha, Sp.OT, menambahkan seminar tahun ini mengangkat tema Empowering Your Orthopedic Daily Practice. Materi yang dibahas mencakup cedera olahraga, penanganan patah tulang, infeksi sendi, osteoporosis, hingga penggunaan sel punca (stem cell) dalam ortopedi.
“Kalau workshop kemarin fokus pada keterampilan praktis, seminar hari ini lebih ke update ilmu. Harapannya, dokter umum maupun tenaga kesehatan di daerah bisa memberikan penanganan pertama yang tepat pada kasus kecelakaan atau cedera ortopedi,” kata Deded.
Ia menuturkan, tingginya angka kecelakaan lalu lintas, khususnya roda dua di Kepri, menjadi latar belakang pentingnya seminar ini. “Kasus patah tulang maupun cedera otot dan sendi semakin meningkat. Maka penanganan darurat yang benar itu sangat penting,” ucapnya.
BOSS 2025 juga menghadirkan peserta dari berbagai daerah, tidak hanya Batam dan Kepri, tetapi juga dari Jakarta, Padang, Malang,Jombang, Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Sumatra Barat, Cilacap, Lampung, Surakarta dan Malang. Jumlah peserta mencapai 175 orang, terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, dan perawat.
“Target awal kami hanya Batam dan Kepri, ternyata responsnya meluas ke provinsi lain. Ini di luar ekspektasi, dan menjadi dorongan agar BOSS bisa menjadi agenda rutin tahunan,” kata Deded.
Selain sesi ilmiah, acara ini turut melibatkan sejumlah tenan dari industri alat kesehatan ortopedi. Produk-produk terbaru, termasuk perangkat operasi penggantian sendi lutut dan pinggul yang kini sudah ditanggung penuh BPJS, juga dipamerkan.
Dengan suksesnya penyelenggaraan perdana BOSS 2025, PABOI Batam optimistis bisa terus menjadi mitra pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan ortopedi di Kepulauan Riau. (*)
Reporter: Yashinta



