Kamis, 15 Januari 2026

Petugas Kesehatan Ajak Orang Tua Tenang, Vaksin MR dan HPV Terbukti Aman

spot_img

Berita Terkait

spot_img

 

Anak sekolah mengikuti Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang digelar Puskesmas Botania.

batampos – Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Batam masih diwarnai keraguan sebagian orang tua murid. Tidak sedikit yang menolak anaknya divaksin, karena takut mengalami efek samping.

Salah satunya Reni, orang tua murid kelas 1 SD. Ia mengaku enggan mengizinkan putrinya ikut vaksinasi.

“Takutnya setelah disuntik malah sakit, demam, atau pegal-pegal. Jadi lebih baik tidak usah,” ujarnya.

Kekhawatiran serupa juga dialami sejumlah orang tua lain. Akibatnya, ketika petugas puskesmas datang ke sekolah, tidak semua siswa diikutsertakan.

Penanggung jawab program imunisasi Puskesmas Botania, Richa Hayati Purba, menegaskan vaksinasi justru penting untuk melindungi anak dari penyakit berbahaya.

“Anak kelas 1 mendapat imunisasi campak-rubella, sedangkan siswi kelas 5 divaksin HPV untuk pencegahan kanker serviks,” jelasnya.

Menurut Richa, imunisasi ini bukan hal baru. Vaksin MR sudah diberikan sejak bayi, sementara vaksin HPV di Batam mulai digencarkan sejak 2023, dan bahkan lebih dulu di DKI sejak 2016.

“Tidak ada yang perlu ditakutkan. Efek samping paling hanya pegal atau bengkak ringan. Hoaks kalau dikatakan menyebabkan sakit parah atau mandul,” tegasnya.

Hingga 20 Agustus, cakupan imunisasi campak-rubella di wilayah kerja Puskesmas Botania mencapai 60 persen dari 1.459 siswa kelas 1, sementara HPV baru 50 persen dari 800 sasaran. Richa optimistis capaian akan meningkat karena masih ada beberapa sekolah yang dijadwalkan.

“Kami juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis untuk mendukung kegiatan ini,” tambahnya.

Hal senada disampaikan dokter penanggung jawab P2P Puskesmas Botania, dr. Sri Widiawaty. Ia menekankan imunisasi sekolah dilakukan rutin setiap tahun sesuai arahan Kementerian Kesehatan.

“Tujuannya untuk memperkuat kembali kekebalan tubuh anak. Jarak dari imunisasi terakhir ke usia sekolah cukup panjang, sehingga perlu booster,” jelasnya.

Ia menambahkan, vaksin HPV diberikan kepada anak perempuan usia 9–10 tahun karena pada usia ini tubuh belum terpapar virus, sehingga daya tahan bisa dibentuk maksimal.

“Sejak 2016 tidak pernah ada laporan efek samping serius. WHO juga merekomendasikannya. Jadi aman,” ujarnya.

Dr. Sri menegaskan, imunisasi adalah investasi kesehatan jangka panjang.
“Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Yashinta

Update