Jumat, 16 Januari 2026

Pinjaman Modal Tanpa Bunga bagi UMKM di Batam, Ini Syaratnya

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Batam, Salim. f.rengga

batampos – Pemerintah Kota Batam memberikan pinjaman modal tanpa bunga bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Program ini menyasar pelaku usaha mikro dan kecil di berbagai sektor dengan syarat lolos verifikasi dari Bank Tabungan Negara (BTN).

Program pinjaman ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam tahun 2025 dengan total dana subsidi sebesar Rp 3 miliar. Setiap pelaku usaha bisa mengakses pinjaman maksimal Rp 20 juta, tergantung hasil verifikasi pihak bank.

“Kuotanya tergantung dari jumlah yang diajukan dan disetujui bank. Bisa 10 juta, bisa 20 juta. Total anggaran kita Rp 3 miliar, dibagi sesuai kemampuan pinjaman yang disetujui. Verifikasinya juga dari pihak bank,” jelas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Batam, Salim.

Baca Juga: 100 Pelaku Usaha di Batam Dapat Pelatihan Manajemen Ritel dan Kurasi Produk

Program ini mencakup sepuluh kategori usaha, seperti kuliner, industri rumahan, kerajinan, dan jenis usaha mikro lainnya. Pinjaman diberikan melalui skema syariah tanpa bunga (margin ditanggung pemerintah), bekerja sama dengan BTN.

Adapun syarat utama untuk mengikuti program ini adalah pelaku usaha harus warga Batam dengan KTP Batam, memiliki usaha aktif di wilayah Batam, dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Pemohon juga tidak boleh berstatus sebagai ASN, TNI, atau Polri.

“Kalau belum punya NIB, bisa langsung datang ke PLUT di Komplek Golden Prima, Tanjung Buntung, Bengkong. Akan dibantu secara gratis,” tambahnya.

Baca Juga: Ini Update Kasus Penyelundupan Pinaca dan Liquid Vape yang Melibatkan Oknum KSOP Batam

Melalui program ini, Pemko Batam berharap pelaku usaha mikro mendapat suntikan modal yang meringankan beban, sehingga dapat meningkatkan omzet, membuka lapangan kerja, dan naik kelas.

“Ini bentuk dukungan nyata terhadap UMKM. Harapannya pelaku usaha kecil bisa terus tumbuh dan menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan,” tutup Salim. (*)

Update