
batampos – Citramas Grup tak henti-hentinya membuat kejutan. PT Dwi Sumber Arca Waja (DSAW) bagian dari Citramas Grup memproduksi pipa dengan diameter 52 inchi.
Pipa diameter 52 inchi ini disebut baru pertama kali diproduksi di Indonesia. DSAW menjadi pionir yang memproduksi pipa dengan diameter 52 inchi di Indonesia.
Selain itu, pipa dengan diameter sangat besar itu, diproduksi sebanyak 1.200 batang. Jika dibentang, pipa itu panjangnya 14 kilometer.
“Produksi pipa ini memakan waktu 8 bulan,” kata Chairman Citramas Grup, Kris Wiluan, Kamis (24/11).
Baca Juga: Vaksin Booster Kedua untuk Lansia di Batam Dimulai
Pipa tersebut dipergunakan untuk proyek RDMP (Refinery Development Master Plan) di Balikpapan. RDMP adalah salah satu proyek strategis nasional, yang sedang dibangun pertamina, dalam kegiatan meningkatkan pengolahan minyak untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri.
“Kami ini dipercaya oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), melalui kontraktor mereka JO CPPHK, untuk membuat pipa penyalur lepas pantai,” ujar Kris.
Salah satu syarat mendapatkan proyek ini adalah memaksimalkan penggunaan material dalam negeri.
Kris mengatakan untuk menunjang program UP3DN pemerintah pusat, PT DSAW memaksimalkan penggunaan bahan-bahan yang diproduksi dalam negeri.
“Pelat digunakan hasil produksi dari PT Krakatau Posco, dengan menggunakan tenaga kerja lokal dari PT DSAW. Pelapisan permukaan pipa dilakukan di Batam oleh PT Bradero Shaw Indonesia,” ujar Kris.
Baca Juga: Vaksin Banyak Tersedia di Seluruh Polsek, Animo Masyarakat Minim
Produksi pipa PT DSAW ini, kata Kris, bisa mencapai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 45 persen.
“Hal ini menjadi sebuah kebanggan yang luar biasa bagi PT DSAW, atas kepercayaan yang diberikan pemerintah melalui Pertamina. Kami bangga sudah menyelesaikannya dengan baik,” ujar Kris.
Perwakilan PT Kilang Pertamina Internasional, Agung Eka Purnawan mengatakan pipa tersebut akan dipasang dari tengah laut, hingga ke daratan.
Agung mengaku cukup khawatir, dengan pengerjaan proyek ini. “Namun, usaha memang tidak mengkhianati hasil. Sehingga bisa membuat pipa besar, dengan hasil maksimal,” tuturnya.
Baca Juga: Siswi SMA di Batam Dicabuli Dua Supir Travel
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan cukup bangga, bahwa pipa ini produksi dalam negeri, dan tenaga kerjanya merupakan anak-anak Indonesia.
Oleh sebab itu, Rudi berkomitmen terus membantu dengan meningkatkan infrastruktur. “Saya bangga, proyek ini dikerjakan oleh anak-anak Batam,” ucapnya.
Ia berharap ke depan terus ada proyek-proyek prestisius, sehingga bisa meningkatkan perekonomian Batam. (*)
Reporter : FISKA JUANDA



