
batampos – Jalan Marina City semakin ramai dengan pedagang kaki lima (PKL), menyebabkan arus lalu lintas terganggu. Banyaknya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan tanpa penataan membuat kondisi jalan semakin sempit.
Bangunan usaha yang mendekati aspal menghambat kelancaran kendaraan, terutama di jam-jam sibuk.
Jalan yang masih satu jalur dengan dua lajur ini semakin sulit dilalui ketika kendaraan pembeli parkir sembarangan. Para pengendara sering kali harus berhenti atau melambat karena kendaraan lain yang parkir di badan jalan untuk membeli jajanan atau barang dagangan dari PKL.
Akibatnya, kemacetan kerap terjadi, terutama di pagi dan sore hari.
Selain kendaraan pribadi, jalan ini juga dilewati kendaraan berat yang beroperasi untuk proyek dan industri. Warga sekitar mengeluhkan kondisi ini dan berharap ada penataan dari pihak terkait.
Mereka khawatir kemacetan yang semakin parah akan berdampak buruk pada aktivitas sehari-hari.
“Setiap pagi pasti macet, sore pun sama. Orang pulang kerja sesak di jalan ini. Yang beli jajanan atau belanja parkir mobil dan motor di atas aspal, jadi makin sempit,” kata Erizal, warga Marina.
Ia berharap pemerintah segera bertindak agar arus lalu lintas tidak semakin terganggu.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa halte pemberhentian bus juga mulai ditutupi oleh lapak pedagang. Ratusan kios dan lapak berjejer hingga mendekati aspal jalan, membuat hampir tidak ada ruang untuk parkir.
Jika kondisi ini dibiarkan, kemacetan diprediksi akan semakin parah dan berpotensi mengganggu kelancaran transportasi di kawasan tersebut. (*)
Reporter: Eusebius Sara



