Senin, 16 Maret 2026

PKS Batam Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga BBM

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Sejumlah pengendara membeli BBM di salah satu SPBU di Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – DPD Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) Batam menggelar aksi solidaritas menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Simpang Kabil Kepri Mall Minggu (11/9) pagi.

Dengan membawa spanduk bertuliskan “Menolak Kenaikan Harga BBM, Jangan Bikin Rakyat Sengsara”. Kader PKS ingin menunjukkan bentuk penolakan atas kenaikan harga BBM sejak pekan lalu tersebut.

Ketua DPD PKS Kota Batam Yusuf mengatakan kenaikan harga BBM ini memiliki multi efek terhadap kehidupan sosial masyarakat di Kota Batam.

“Kami tidak tega melihat rakyat sengsara. Kenaikan harga BBM ini tidak tepat, karena kondisi perekonomian baru mau pulih ekonomi,” kata dia.

Ia mendorong pemerintah untuk mengkaji kembali dan bisa mengambil kebijakan untuk menurunkan atau mengembalikan harga seperti sebelumnya. Menurutnya, masih ada waktu untuk merubah kebijakan yang dinilai sangat merugikan masyarakat.

“Tentu harapan kami agar bisa dibatalkan kenaikan ini. ini semua untuk kepentingan masyarakat juga,” jelasnya.

Yusuf menambahkan, ada beberapa hal perlu di perhatikan pemerintah jika kenaikan harga BBM ini terus dilanjutkan. Mengingat kesiapan dan kesanggupan masyarakat saat ini belum bisa sepenuhnya menghadapi hal tersebut.

“Kami memahami pemerintah memiliki alasan tersendiri untuk menaikan harga BBM bersubsidi. Namun, kami juga ingin menyampaikan keluhan masyarakat terkait kenaikan BBM tersebut,” sebutnya.

Ia berharap pemerintah dapat menunda terlebih dahulu proyek yang sifatnya tidak terlalu urgent untuk mengeluarkan biaya yang besar, sehingga dapat menunda kenaikan BBM subsidi dan tidak memberatkan masyarakat saat ini. Namun, ketika masyarakat sudah pulih seutuhnya, persoalan kenaikan harga ini mungkin bisa diterapkan.

“Jangan sekarang. Karena ekonomi baru mau bergerak. Ini permintaan kami dan semoga di dengar,” tutupnya. (*)

 

 

 

Reporter : YULITAVIA

SALAM RAMADAN