Minggu, 25 Januari 2026

PLN Batam Catat Penjualan Perdana Sertifikat Energi Terbarukan kepada PT Volex Indonesia

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos – PT PLN Batam kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi dan percepatan pemanfaatan listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT). Komitmen itu diwujudkan melalui penjualan perdana Renewable Energy Certificate (REC) kepada PT Volex Indonesia. Energi bersih yang diatribusikan dalam transaksi ini bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Tanjung Uma milik PLN Batam.

Langkah strategis ini sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060, di mana sektor energi menjadi kunci utama dalam menurunkan emisi karbon nasional.

Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PT PLN Batam, Raditya Surya Danu, menyebut penjualan REC pertama ini sebagai catatan sejarah penting bagi perusahaan.

“Penjualan REC pertama ini adalah bukti nyata peran PLN Batam dalam mendukung agenda transisi energi sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelanggan kami. Melalui REC, pelanggan dapat menunjukkan komitmen nyata terhadap keberlanjutan tanpa harus berinvestasi langsung dalam pembangunan pembangkit energi terbarukan,” ujar Danu.

Ia menjelaskan, REC yang diperdagangkan dibeli melalui Platform I-REC, sebuah sistem sertifikasi internasional yang diakui secara global dan menguasai lebih dari 95 persen pasar REC dunia. Melalui platform tersebut, PLN Batam memastikan setiap sertifikat energi terbarukan yang diterbitkan bersifat kredibel, transparan, dan terverifikasi secara internasional.

“Hadirnya listrik hijau dari PLN Batam menjadi dukungan nyata bagi industri dalam memenuhi permintaan pasar terhadap produk yang dihasilkan dengan energi ramah lingkungan. Saat ini, penggunaan energi bersih bukan lagi sekadar tren, melainkan faktor penting dalam menjaga daya saing industri di tingkat global,” tambahnya.

Sementara itu, PT Volex Indonesia—bagian dari jaringan manufaktur global—menyambut positif kerja sama tersebut. Melalui pembelian REC dari PLN Batam, Volex dapat mengklaim penggunaan energi bersih dalam operasionalnya di Batam. Langkah ini juga sejalan dengan standar lingkungan internasional serta target perusahaan untuk mengurangi jejak karbon dan memperkuat posisinya di rantai pasok global.

PLN Batam tidak berhenti pada transaksi perdana ini. Ke depan, perusahaan berkomitmen memperluas portofolio pembangkit berbasis EBT serta memperbesar penawaran REC kepada lebih banyak pelanggan industri maupun korporasi. PLTS Tanjung Uma dijadikan pilot project sekaligus pintu masuk bagi kolaborasi lebih luas dalam penyediaan energi hijau yang terverifikasi secara internasional.

Dengan langkah ini, PLN Batam tidak hanya hadir sebagai penyedia energi andal, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi dunia industri dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi hijau dan berkelanjutan di Batam, Kepulauan Riau, dan Indonesia.

Update