
batampos — Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri bersama Tim Satgas Pangan menggelar rapat koordinasi di Mapolda Kepri, Rabu (22/10). Rapat ini dihadiri sejumlah instansi dari berbagai lembaga, membahas kondisi terkini harga dan ketersediaan beras di wilayah Kepri.
Kasubdit Industri dan Perdagangan (Indagsi) Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Paksi, mengatakan rapat tersebut merupakan langkah antisipatif agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga di pasaran.
“Selama ini harga beras di Kepri masih tergolong stabil dan normal. Tapi kami tetap melakukan pengawasan agar situasi tetap terkendali,” ujarnya.
Ia menjelaskan, mulai Kamis (23/10) besok, tim gabungan dari Polda Kepri bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan instansi terkait akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan harga eceran tertinggi (HET) di sejumlah daerah.
“Kami pastikan harga beras dijual sesuai ketentuan, baik beras medium maupun premium,” kata AKBP Paksi.
Menurut Paksi, Satgas Pangan di bawah koordinasi Ditreskrimsus Polda Kepri berperan aktif menjaga stabilitas pangan di seluruh wilayah Kepri. “Kami terus berupaya agar distribusi pangan berjalan lancar dan tidak memberatkan masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, hingga saat ini situasi di lapangan masih kondusif dan tidak ditemukan indikasi penimbunan atau permainan harga. “Alhamdulillah, belum ada masalah yang bersifat urgent. Semua masih dalam kondisi aman dan terkendali,” tegasnya.
Sementara, Staf Direktorat Badan Pangan Nasional, Akber Maulad, menambahkan bahwa pengawasan ini dilakukan secara serentak di seluruh provinsi sesuai Surat Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Tahun 2025 tentang Harga Eceran Tertinggi.
“Untuk wilayah Kepri, HET beras premium ditetapkan Rp15.400 per kilogram dan beras medium Rp14.000 per kilogram,” jelasnya.
Dari hasil informasi sementara,katanya, kondisi pasokan beras di Batam relatif aman. Namun, beberapa daerah seperti Karimun, Lingga, Tanjungpinang, dan Bintan ditemukan menjual beras di atas HET. “Temuan itu akan kami tindaklanjuti,” sebut Akber. (*)
Reporter: Yashinta



