
batampos – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepulauan Riau (Kepri) menggelar razia narkotika di Pelabuhan Domestik Sekupang, Jumat (24/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya rutin untuk menekan peredaran narkoba antarpulau yang memanfaatkan jalur laut di wilayah Kepri.
Razia dimulai sejak pukul 07.30 WIB hingga siang hari, melibatkan 52 personel gabungan dari Ditresnarkoba, Ditsamapta, Biddokkes, dan Bidhumas Polda Kepri. Dua ekor anjing pelacak K-9 juga dikerahkan untuk memeriksa barang bawaan para penumpang di area kedatangan dan keberangkatan.
“Menjelang akhir tahun, biasanya peredaran narkoba meningkat. Karena itu, kami memperketat pengawasan di pelabuhan domestik sebagai salah satu titik rawan,” ujar Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Kepri, AKBP Ruslaeni, di lokasi kegiatan.
Baca Juga: Polresta Barelang Bongkar Dua Jaringan Narkoba, Sita 2,7 Kilogram Sabu dan Ganja
Pemeriksaan dilakukan menyeluruh terhadap koper, tas, hingga kardus yang dibawa melalui bagasi kapal. Anjing pelacak dilatih khusus untuk mendeteksi berbagai jenis narkotika, termasuk sabu dan ganja.
“Kami lakukan pemeriksaan mendetail menggunakan satwa K-9. Pemeriksaan dilakukan secara acak agar hasilnya lebih efektif,” jelas Ruslaeni.
Meski berlangsung intensif hingga pukul 12.00 WIB, hasil razia kali ini nihil. Petugas tidak menemukan pelaku maupun barang bukti narkotika.
Menurut Ruslaeni, hal ini disebabkan belum adanya informasi intelijen yang mengarah pada aktivitas peredaran di titik tersebut. Namun, pihaknya memastikan razia seperti ini akan terus dilakukan secara berkala di sejumlah lokasi strategis, termasuk pelabuhan pelni dan pelabuhan rakyat.
Razia di Pelabuhan Domestik Sekupang merupakan bagian dari strategi Polda Kepri mempersempit ruang gerak pengedar narkoba. Selain penindakan, kegiatan ini juga memiliki unsur edukasi bagi masyarakat dan penumpang kapal.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa pengawasan ini untuk keselamatan bersama. Jangan takut atau risih saat diperiksa, karena tujuannya agar wilayah Kepri tidak menjadi jalur masuk narkotika,” tegas Ruslaeni.
Dalam pelaksanaan razia, personel Biddokkes turut memastikan kondisi kesehatan petugas, sementara Bidhumas mendokumentasikan jalannya kegiatan sebagai bentuk transparansi publik.
Razia serupa akan digelar di pelabuhan-pelabuhan lain di Kepri dalam beberapa pekan ke depan. “Kami ingin wilayah ini tetap bersih dari narkoba,” tutup Ruslaeni. (*)
Reporter: Yashinta



