Minggu, 25 Januari 2026

Polda Kepri Pastikan Keamanan Investor di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin saat menerima kunjungan Konsulat Jenderal Jepang di Medan, Mr. Furugori Toru, di ruang kerjanya, Jumat (29/8).

batampos – Polda Kepri menegaskan komitmennya menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan. Termasuk keamanan investor di Batam, untuk menjaga iklim investasi.

Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin mengatakan, posisi strategis Kepri yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia menuntut pengamanan ekstra. Terlebih daerah Batam menjadi tujuan utama investor.

“Kami memiliki tanggung jawab besar menjaga stabilitas keamanan. Jika situasi aman, iklim investasi akan tetap kondusif,” ujar Kapolda Kepri saat menerima kunjungan Konsulat Jenderal Jepang di Medan, Mr. Furugori Toru, di ruang kerjanya, Jumat (29/8).

Ia menegaskan, Polda Kepri selalu terbuka terhadap laporan gangguan keamanan dari masyarakat maupun investor. Pendekatan humanis dilakukan melalui ormas, serikat pekerja, hingga Bhabinkamtibmas, tanpa mengurangi ketegasan dalam penegakan hukum.

“Kami juga fokus memberantas human trafficking, narkoba, hingga penipuan lintas negara. Layanan darurat 110 siap diakses kapan saja,” tegasnya.

Dalam kunjungan itu, Konsul Jenderal Jepang menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Polda Kepri. Menurutnya, Batam dan Kepri kini semakin kondusif, sehingga menarik minat investor Jepang.

“Saat ini terdapat sekitar 72 perusahaan Jepang yang beroperasi di Kepri. Kami berharap perlindungan terhadap warga dan perusahaan Jepang tetap menjadi perhatian utama,” ucapnya.

Ia menambahkan, kondisi keamanan di Kepri akan dilaporkan langsung ke Tokyo. “Kami akan menyampaikan bahwa Kepri aman dan layak menjadi tujuan investasi maupun pariwisata,” kata Furugori.

Kunjungan tersebut juga membahas persoalan salah satu perusahaan Jepang yang tengah menghadapi kendala operasional. Konsul Keamanan Konsulat Jepang, Mr. Komada Takayasu, meminta dukungan agar masalah hak karyawan segera ditangani sehingga tidak menimbulkan gejolak sosial.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin menambahkan, perusahaan Jepang di Batam dapat berkoordinasi dengan polsek setempat. “Setiap kecamatan terdapat perusahaan Jepang. Kami pastikan layanan cepat, termasuk melalui nomor darurat 110,” ujarnya.

Polda Kepri melalui Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) juga memastikan setiap kawasan industri memiliki pola pengamanan terpadu. Beberapa perusahaan Jepang bahkan sudah menjalin MoU langsung dengan Polda Kepri demi kelancaran operasional.

Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama memperkuat kerja sama keamanan, perlindungan warga, dan keberlangsungan investasi Jepang di Kepri. (*)

Reporter: Yashinta

Update