Senin, 2 Maret 2026

Polda Kepri Tangkap Pelansir BBM Bersubsidi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kapolda Kepri, Irjen Tabana Bangun, melihat barang bukti kendaraan yang digunakan para pelaku untuk melansir BBM bersubsidi jenis solar. Foto: Humas Polda Kepri untuk Batam Pos

batampos – Ditreskrimsus Polda Kepri berhasil menangkap tiga pelaku penimbun BBM bersubsidi jenis solar di Batuaji, Kota Batam. Dari para pelaku polisi berhasil mengamankan 1,6 ton BBM dan tiga mobil yang digunakan untuk melansir solar.

Kapolda Kepri, Irjen Tabana Bangun, mengatakan, ketiga pelaku penimbun dan pelansir BBM bersubsidi jenis solar itu ditangkap pada Selasa (7/2/2023). Kasus tersebut terungkap dari laporan masyarakat yang di dalami oleh Subdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri.

“Tiga orang diamankan depan Ruko Merlion Square, Tanjung Uncang, Batuaji, Batam. Para pelaku berinisial DI, SS, dan DT. Penyidik juga menyita 1,6 ton BBM subsidi jenis solar,” kata Tabana, Rabu (15/2/2023).

Baca Juga: Imunisasi Bikin Kecerdasan Berkurang? Kadinkes: Jangan Percaya Hoaks

Tabana mengatakan, para pelaku dalam mengumpulkan BBM bersubsidi jenis solar itu menggunakan kendaraan roda empat yang telah dimodifikasi. Para pelaku juga mengakali pembelian solar subsidi itu menggunakan kartu fuel card yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah.

“Ada tiga kendaraan roda empat yang diamankan dari para pelaku. Yakni Mitsubishi Storm, Nissan Terano dan Kia Travello. Mobil-mobil itu telah
dimodifikasi dengan menambahkan tangki cadangan untuk membeli BBM solar subsidi,” ujarnya.

Ditreskrimsus Polda Kepri, Kombes Nasriadi, mengatakan, untuk memudahkan aksinya para pelaku memalsukan 4 kartu kendali solar subsidi. Kemudian mereka berulangkali melakukan pengisian di beberapa SPBU di Batam.

Baca Juga: Polda Kepri Amankan Dua Kontainer Bermuatan 1.200 Karung Pakaian dan Barang Bekas

“Bermodalkan 4 kartu Brizzi Fuel Card para pelaku melakukan pengisian BBM bersubsidi jenis solar di beberapa SPBU. Mereka memanipulasi atau mengelabuhi petugas operator SPBU dengan kartu itu. Aksi mereka itu dilakukan sejak tahun 2022 lalu,” kata Nasriadi

Nasriadi mengatakan, solar hasil lansiran itu nantinya akan dijual ke beberapa perusahaan yang membutuhkan. Seperti pemilik kendaraan berat dan pabrik. Untuk harga jual solar subsidi itu berkisar diharga Rp 11 ribu perliter.

“Untuk pembelinya masih kami dalami ke siapa saja yang melakukan pembelian. Apakah itu ke perusahaan kontraktor atau perorangan. Dilihat dari barang buktinya dijual lebih mahal ke pihak-pihak yang tadi Harga jualnya berkisar Rp 11 ribu per liter, ” ujarnya.

“Keterlibatan SPBU masih kami dalami juga. Pasti ada keterlibatan karena tidak mungkin minyak subsidi bisa dibeli dengan mudah oleh para pelaku. Baik dari operator SBPU, pengawas dan pemilik akan kita dalami,” tambahnya.

Baca Juga: Bapenda Batam Berhasil Kumpulkan Rp7 Miliar di Januari 2023

Para pelaku yang ditangkap polisi ini memiliki peranan masing-masing. Pelaku DI merupakan pemilik 3 kendaraan roda empat tersebut, ia juga mengkoordinir pelaku SS dan DT yang bertugas sebagai supir Mitsubishi Storm, Nissan Terano.

Dari tangan pelaku polisi juga menyita Satu mobil Kia Travello yang didalamnya ada tangki plastik berkapasitas 1000 liter, BBM jenis solar subsidi sebanyak 1,6 ton, 23 jerigen berkapasitas 35 liter, satu pompa dan selang, satu unit nissaN terano yang didalamnya ada tangki plat besi dengan kapasitas 800 liter, satu unit mobil mitsubishi storm yang di dalamnya ada tangki plat besi berkapasitas 150 liter empat buah kartu fuel card brizzi warna kuning.(*)

Reporter: Azis Maulana

SALAM RAMADAN