
batampos – Polda Kepulauan Riau menepis kabar adanya peredaran beras oplosan dari Batam yang diduga dipasok ke luar daerah dengan label beras premium. Beras tersebut dari jenis medium dioplos menjadi beras kemasan premium.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kepri, Kombes Pol Silvester Simamora, belum mendapat terkait informasi tersebut. Dan menurutnya informasi tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut untuk memastikan kebenaraanya.
“Informasi itu harus dicek dan dikonfirmasi kebenarannya,” kata Silvester kepada Batam Pos, Kamis (24/7).
Baca Juga: Harga Sayur Terus Naik, UMKM Ikut Tertekan
Ia menjelaskan pihaknya bersama Satgas Pangan Polda Kepri sudah bergerak cepat melakukan penyisiran di lapangan guna memastikan validitas isu yang beredar.
Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Ruslaeni, mengatakan hingga saat ini belum ditemukan indikasi adanya praktik pengoplosan beras di Batam.
“Satgas pangan dari Polda maupun Polres sudah turun ke lapangan. Hasilnya, sejauh ini belum ada temuan beras oplosan, termasuk laporan dari masyarakat pun belum ada,” ujarnya.
Ruslaeni menyebut pengecekan dilakukan bersama instansi terkait, termasuk Dinas Ketahanan Pangan, Bulog, dan instansi pengawas perdagangan.
“Kami bekerja sama lintas sektor untuk memastikan ketersediaan dan distribusi bahan pokok berjalan sesuai aturan,” katanya.
Baca Juga: Terjadi 4 Kasus Bunuh Diri dalam Sebulan, Psikolog: Punya Masalah, Diperlukan Edukasi
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas asal-usul dan kebenarannya. Jika ada dugaan penyimpangan, warga diminta melapor ke aparat atau instansi berwenang.
“Kami terus memantau dan mengawasi distribusi pangan di wilayah Kepri, termasuk Batam. Jika nanti ada temuan yang mengarah ke pelanggaran, pasti akan kami tindak,” tegasnya.
Pihak kepolisian berharap, masyarakat tetap tenang dan tidak khawatir secara berlebihan. Seluruh rantai distribusi bahan pokok, termasuk beras, terus dipantau untuk menjamin kualitas dan keamanannya. (*)
Reporter: Yashinta



