
batampos – Direktorat Samapta Polda Kepulauan Riau (Kepri) meningkatkan pola pengamanan dengan sistem zonasi berbasis patroli dialogis. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kehadiran polisi di tengah masyarakat sekaligus mempercepat respons terhadap berbagai gangguan keamanan.
Lima zona pengamanan telah dibentuk: Zona 1 mencakup Nongsa–Punggur dengan 10 personel; Zona 2 di Batam Kota–Bengkong berisi 43 personel; Zona 3, Sei Beduk–Sagulung, diperkuat 12 anggota; Zona 4, Batuaji–Sekupang, memiliki 23 anggota; serta Zona 5, Lubuk Baja dan Batu Ampar, dengan kekuatan personel yang disesuaikan kebutuhan lapangan.
“Seluruh personel kami siagakan 24 jam. Mereka melakukan patroli secara rutin, baik dengan kendaraan, sepeda, maupun berjalan kaki. Prinsip utamanya, mereka harus aktif berdialog dengan masyarakat,” kata Dirsamapta Polda Kepri, Kombes Pol Joko Adi Nugroho, kemarin.
Kombes Joko menyebut, patroli dialogis menjadi kunci utama dalam mendekatkan diri kepada warga. Melalui percakapan langsung dengan sekuriti, pedagang, hingga warga di titik keramaian, polisi bisa mendapatkan data awal tentang potensi gangguan keamanan dan keluhan yang berkembang.
“Petugas kami tidak hanya patroli, mereka juga menggali informasi. Produk dari kegiatan ini terus bergerak artinya, laporan dan respons tetap berputar cepat,” ujarnya.
Dalam menjalankan tugas, personel Turjawali dibekali peran ganda. Selain menjalankan fungsi Samapta, mereka juga mengemban tugas dari Binmas, Lalu Lintas, Intelijen hingga Humas.
“Ini bagian dari strategi percepatan. Jika ada kejadian, tidak perlu menunggu. Anggota di zona itu langsung bergerak karena mereka sudah paham karakter wilayahnya,” tegas Joko.
Salah satu bukti efektivitas sistem ini, menurut dia, adalah keberhasilan anggota menangkap pelaku begal hanya 11 menit setelah kejadian di wilayah Batam.
Pengawasan terhadap personel juga diperketat. Selain pengawasan langsung dari perwira pengendali, pengawasan berkala dilakukan melalui laporan dan surat resmi dari Mabes Polri.
“Intinya adalah kehadiran polisi harus benar-benar terasa. Masyarakat bisa langsung menelpon Call Center Samapta di 0821 7000 1499 jika membutuhkan bantuan,” tambahnya.
Turjawali juga aktif menjaga persimpangan pada jam sibuk, membantu lalu lintas saat salat berjemaah, hingga menangani insiden mendadak. Personel tetap menjalankan tugas dengan nilai iman dan taqwa, serta mendapat pengawasan internal layaknya anak dalam pengawasan orang tua.
“Polda Kepri terus berbenah. Respon cepat, pengamanan menyeluruh, dan komunikasi terbuka menjadi prinsip kami dalam menjaga Batam tetap aman,” pungkasnya. (*)
Reporter: Yashinta



