Minggu, 25 Januari 2026

Polda Kepri Tunggu Hasil Audit BPK, 160 Saksi Sudah Diperiksa

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri saat menggeledah kantor BP Batam.

batampos – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kepri memastikan penyidikan dugaan korupsi proyek revitalisasi Dermaga Utara Batuampar masih terus berjalan. Saat ini, penyidik tengah menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2025.

Dirkrimsus Polda Kepri, Kombes Silverster Simamora, menegaskan perhitungan resmi dari BPK menjadi kunci kelanjutan perkara ini. “Kami masih menunggu. Mudah-mudahan akhir bulan ini sudah bisa kami sampaikan,” ujarnya, Jumat (22/8).

Silverster menambahkan, pihaknya tidak bisa mendesak BPK untuk mempercepat proses audit karena merupakan kewenangan instansi berbeda. “Tidak bisa, mungkin BPK juga banyak pekerjaan,” jelasnya.

Hingga saat ini, Polda Kepri belum menerapkan pencekalan terhadap pihak-pihak terkait. “Belum ada pencekalan, karena kan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” tegas Silverster.

Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Kepri, Paksi, menuturkan sambil menunggu hasil audit BPK, penyidik tetap melanjutkan proses penyidikan. Hingga kini, sebanyak 160 saksi telah diperiksa.

Sebelumnya, Rabu (19/3), penyidik Subdit Tipikor melakukan penggeledahan di kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk mengumpulkan dokumen dan barang bukti tambahan terkait proyek strategis nasional tersebut.

Secara terpisah, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri mengonfirmasi telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Polda Kepri pada akhir Februari lalu. Dalam SPDP tercantum tujuh nama terlapor yang berasal dari unsur ASN, pegawai BUMN, hingga pihak swasta.

Mereka adalah AM (ASN BP Batam), serta IAM, IMS, ASA, AH, IS, dan NVU. Hingga kini, status ketujuhnya masih sebagai terlapor dan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Sebagai informasi, proyek revitalisasi Dermaga Utara Batuampar digadang-gadang mampu meningkatkan efisiensi logistik di Batam dan kawasan perbatasan. Namun, pelaksanaannya yang terhenti justru menimbulkan dugaan adanya penyimpangan anggaran. (*)

Reporter: Yashinta

Update