Rabu, 28 Januari 2026

Polemik Lahan Baloi Kolam Mereda, Warga Terus Daftar Kompensasi

145 Rumah di Baloi Kolam Terima Kompensasi Rp35 Juta

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kawasan Baloi Kolam. f. www.google.com/maps

batampos – Polemik lahan di kawasan rumah liar (ruli) di Baloi Kolam, Sei Panas, Kota Batam, perlahan mulai mereda. Hingga saat ini, sudah ada sekitar 145 rumah yang sudah menerima kompensasi dari perusahaan.

Demikian disampaikan oleh Ketua RW 16 Baloi Kolam, Sahat Tampubolon. Total rumah yang masuk dalam cakupan Penetapan Lokasi (PL) lahan perusahaan berjumlah sekitar 600 rumah. Setiap rumah yang bersedia menerima kompensasi mendapat pembayaran sebesar Rp35 juta.

“Yang mendaftar untuk mendapatkan kompensasi hampir 200 rumah,” katanya, Minggu (27/4).

Lahan yang menjadi sumber polemik ini telah dialokasikan kepada PT Alvinky Multi Berkat. Luas lahan tersebut mencapai lebih dari 9 hektare, mencakup sebagian besar wilayah RT 03 dan RT 10, serta sebagian kecil di RT 02 dan RT 04.

Sahat menjelaskan, meski sudah menerima kompensasi, tidak semua warga langsung mengosongkan rumah mereka. Pihak perusahaan memberikan tenggat waktu maksimal 14 hari setelah kompensasi diberikan untuk melakukan pembongkaran secara mandiri.

“Memang ada warga yang masih menetap di rumah karena mungkin masih mengatur tempat tinggalnya selanjutnya, makanya belum dibongkar,” ujarnya.

Dari 145 rumah yang telah menerima kompensasi, hanya beberapa saja yang hingga kini masih dalam proses persiapan untuk pindah. Sebagian besar warga disebutkan sudah meninggalkan rumah mereka.

Kondisi sosial di lingkungan RW 16 pun berangsur membaik. Sahat mengatakan, konflik internal antarwarga yang sempat memanas kini mulai reda dan situasi kembali normal.

“Sekarang lebih banyak yang sudah pindah. Setiap hari juga terus ada warga yang mendaftar untuk menerima kompensasi,” kata dia. (*)

Reporter: Arjuna

Update