
Ke Nelayan Desa Tanjung Banun
batampos – Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Jurusan Teknik Elektro Polibatam yang terdiri dari tim dosen dan mahasiswa telah menuntaskan tahap 1 program Re-Build Sistem Tambak di Desa Tanjung Banun, Pulau Rempang, Batam, Kamis, (30/11/2023).
BACA JUGA: Mahasiswa Polibatam Produksi Film Animasi Ficusia
Program ini merupakan implementasi Project Based Learning (PBL) yang direalisasikan sekaligus dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui hibah Pendanaan Internal PKM 2023.
BACA JUGA: Uuf Brajawidagda ST MT PhD, Direktur Politeknik Negeri Batam (Polibatam)
Serah terima dilakukan ketua Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Sumantri K. Risandriya kepada perwakilan nelayan, Pandi. Sistem tambak yang dirancang dan dibangun sebagai pencontohan sistem tambak yang efektif untuk meningkatkan hasil panen dan tangkapan nelayan setempat.
BACA JUGA: Tim Robot Polibatam Juara 3, Kalahkan Cina
Sistem tambak terapung yang dapat dikontrol level ketinggian posisi jaring untuk menjaga stabilitas kecukupan kadar salinitas yang dibutuhkan ikan dan siput gonggong yang dibudidayakan.
‘Kami mengucapkan terima kasih kepada tim Teknik Elektro Polibatam telah membantu fasilitas tambak kami. Dari pencontohan sistem tambak yang dibuat diyakini dapat meningkatkan hasil panen, mengatasi masalah dan harapannya bisa diterapkan juga kepada nelayan setempat lainnya,” tutur Pandi.
Tim dosen Daniel S, Fiyan, Iman F dan Diah menambahkan, ke depannya ONE-STOP activities yang berangkat dari aktivitas PBL dapat dimaksimalkan untuk menghasilkan inovasi dan teknologi yang dikemas dalam pengembangan program Pembelajaran, Riset, PkM, TTG, dan program yang dapat mengatasi isu lingkungan.
Tim PBL mahasiswa secara aktif terlibat mengikuti program PKM ini. ”Kami ingin berkontribusi langsung melalui kemampuan yang kami miliki untuk menjadi bagian dari masyarakat dan peduli terhadap kemajuan bangsa,” tutur Perwakilan Mahasiswa, Satria.
Tim PKM berharap pengembangan sistem tambak ini dapat dilanjutkan dan disempurnakan pada tahap kedua melalui integrasi IoT untuk memudahkan user para nelayan dalam monitoring hasil budidaya. Memperbanyak unit sistem tambak bagi komunitas nelayan setempat.
Potensi untuk join dengan instansi atau dinas terkait yang relevan dan tertarik sangat terbuka untuk bisa berkolaborasi dengan Polibatam. (*)
Reporter: SUPRIZAL TANJUNG



