
batampos– Polda Kepri terus mendalami keterlibatan atasan pelaku pembobol dan pencurian data milik nasabah. Akibat pencurian ini nasabah dirugikan hingga Rp25 Miliar.
Direskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Nasriadi mengatakan pelaku merupakan karyawan biasa, menurutnya untuk mengakses data nasabah, itu terlalu berisiko dan merupakan data dengan tingkat keamanan dan kerahasiaan yang ketat.
“Kami masih mengumpulkan informasi dari pelaku ini. Sementara kami sudah dapat informasi ada keterlibatan oknum petinggi di bank tersebut. Sekelas Kacap (kepala cabang, red) lah,” sebutnya, Jumat (10/11).
BACA JUGA: Ini Kronologi Pembobolan Rekening Nasabah di Batam
Nasriadi menjelaskan masih mengejar pemilik rekening penampung tabungan yang dicuri dari nasabah. Pihaknya sudah mendapatkan informasi, dan melakukan pengejaran terhadap orang yang menampung saldo curian tersebut.
“Ini lagi kami lakukan pengejaran. Keterangan sudah kami dapatkan dari pelaku yang sudah kami amankan,” ucapnya.
Mengenai informasi pencurian data ini, Nasriadi menjelaskan diketahui nasabah ketika saat melakukan transaksi pembelian sebuah apartemen.
“Karena tidak punya SMS dan mobile banking. Jadi nasabah tahunya saat transaksi apartemen ini. Jadi ada penarikan yang mencurigakan. Makanya kita bisa telusuri, dan meringkus sindikat ini,” sebutnya.
Mengenai kerugian yang diderita oleh nasabah, itu menjadi kewenangan dari pihak bank. Nasriadi mengungkapkan, polisi hanya fokus pada tindakan kriminal yang dilakukan oleh pelaku ini. (*)
reporter: yulitavia



