Sabtu, 3 Januari 2026

Polisi Periksa 25 Saksi, Hasil Labfor Jadi Kunci Ungkap Ledakan Kapal Federal II di Galangan Kapal PT ASL

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Keluarga korban kebakaran kapal di Galangan Kapal PT ASL Tanjunguncang berdatangan ke RS Graha Hermine usai mendengar kabar kejadian. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos — Proses penyelidikan kasus ledakan kapal tanker Federal II di galangan kapal PT ASL, Tanjunguncang, kecamatan Batuaji, Batam, terus berlanjut. Hingga Kamis (17/7), Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin menyampaikan bahwa tim penyidik telah memeriksa sebanyak 25 saksi yang terdiri dari berbagai pihak, termasuk pekerja, subkontraktor (subcon), dan kontraktor utama (maincon) yang berada di sekitar lokasi kejadian saat insiden terjadi.

Kapolresta menegaskan, seluruh rangkaian olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah dilakukan secara menyeluruh oleh tim gabungan Polresta Barelang dan Polsek Batuaji. Namun, untuk memastikan penyebab pasti dari ledakan maut tersebut, pihaknya masih menunggu hasil analisis dari tim Laboratorium Forensik (Labfor).

“Olah TKP sudah lengkap, tinggal disinkronkan dengan hasil Labfor. Hasil Labfor ini lah yang akan menjawab secara ilmiah apa pemicu ledakan,” ujar Kombes Zaenal Arifin di Batuaji, Kamis (17/7).

Baca Juga: Ungkap Penyebab Kebakaran Kapal di PT ASL Tanjunguncang, Polisi Periksa 11 Saksi

Seperti diketahui, insiden tragis yang terjadi pada Selasa (24/6) lalu itu menyebabkan lima pekerja meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka. Satu korban meninggal dunia, awalnya kritis namun meninggal dunia setelah dirawat. Peristiwa ini terjadi saat kapal tanker CPO tersebut menjalani proses perbaikan, yang diduga melibatkan pekerjaan pengelasan di area yang masih menyimpan uap minyak.

Zaenal menambahkan, pemeriksaan terhadap para saksi terus dikembangkan untuk mengungkap apakah terdapat unsur kelalaian dalam pelaksanaan prosedur keselamatan kerja. “Saksi yang diperiksa sudah 25 orang, dan itu dari berbagai unsur yang terlibat langsung maupun yang berada di lokasi saat kejadian,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan Labfor dinilai penting untuk memastikan kebenaran berbagai dugaan di lapangan, termasuk indikasi bahwa ledakan dipicu oleh uap minyak dari ruang tanki yang tersulut percikan api. Dugaan ini sebelumnya mencuat berdasarkan keterangan dari sejumlah pekerja di lokasi, namun belum dapat dipastikan tanpa hasil ilmiah.

Pihak kepolisian memastikan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara profesional dan menyeluruh. Proses pendalaman tidak hanya menelusuri aspek teknis dari ledakan, tetapi juga apakah pihak pengelola galangan kapal telah menjalankan standar keselamatan kerja sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, perhatian terhadap korban dan keluarga juga tetap menjadi fokus. Kepolisian terus berkoordinasi dengan manajemen perusahaan dan dinas terkait untuk memastikan para korban mendapatkan hak-haknya sesuai aturan.

Dengan semakin banyaknya saksi yang diperiksa dan bukti yang dikumpulkan, publik kini menantikan hasil Labfor sebagai kunci pengungkapan kasus ini. “Kalau hasil Labfor keluar, baru bisa kami simpulkan apakah ini murni kecelakaan atau ada unsur kelalaian,” pungkas Zaenal. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update