
batampos – Penyelidikan Polsek Batuaji terhadap kasus pria bernama Eben Jason Situmorang yang ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Perumahan Rindang Garden, Kelurahan Buliang, mulai mengerucut pada dugaan kuat tekanan ekonomi sebagai motif utama. Hasil pemeriksaan terhadap ponsel korban mengungkap adanya banyak tagihan dari pinjaman online (pinjol) dan juga leasing.
Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan menjelaskan, selain bekerja sebagai sopir taksi online, korban ternyata juga bekerja sebagai penagih utang leasing. Namun uang hasil tagihan yang seharusnya disetorkan ke perusahaan diduga telah digunakan oleh korban untuk keperluan pribadi.
Hal inilah yang membuat korban mendapat tekanan dari pihak leasing, bahkan penagih hutang sempat mendatangi dan menagih ke istri korban.
Baca Juga: Pria Muda Ditemukan Tewas Gantung Diri di Batuaji, Diduga Akibat Tekanan Ekonomi
“Istri korban yang saat itu bekerja sebagai buruh pabrik di Mukakuning merasa khawatir karena korban tidak merespons saat dihubungi. Ia kemudian memutuskan pulang ke rumah. Saat tiba, rumah dalam kondisi terkunci dari luar, dan bersama warga, pintu rumah akhirnya dibuka secara paksa. Saat itulah korban ditemukan sudah tergantung di dapur,” jelas Iptu Andi, Jumat (11/7).
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan fisik di tubuh korban, selain bekas jeratan tali di leher. “Kami sudah meminta visum di RS Mutiara Aini. Hasil visum juga tidak menemukan tanda kekerasan lainnya, sehingga bisa disimpulkan kuat bahwa korban murni bunuh diri,” kata Andi.
Fakta lain yang turut mendukung motif tekanan ekonomi adalah pernyataan beberapa kerabat korban yang ditemui di kamar jenazah. Mereka mengungkapkan bahwa korban terlilit utang, diduga karena terlibat dalam praktik judi online. Tekanan demi tekanan itu diyakini membuat korban merasa buntu dan mengambil keputusan tragis tersebut.
Jenazah korban pun telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa pulang dan dimakamkan di kampung halamannya, di Lumban Julu, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Pihak keluarga pun saat ini tengah berduka dan memilih untuk menutup diri dari awak media.
Menanggapi kasus ini, Kapolsek Batuaji AKP Raden Bimo Dwi Lambang mengimbau masyarakat untuk menjauhi segala bentuk praktik perjudian, baik konvensional maupun online, karena dapat menghancurkan kehidupan seseorang dan keluarganya.
“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Kami imbau masyarakat untuk tidak terjerumus dalam judi dan pinjaman online ilegal. Jika ada masalah ekonomi, carilah bantuan atau konsultasi kepada pihak yang dapat dipercaya,” tegasnya.
Tragedi ini menjadi peringatan serius di tengah maraknya kasus bunuh diri akibat tekanan utang dan judi online. Aparat dan masyarakat diharapkan semakin tanggap dalam mengenali tanda-tanda orang di sekitar yang sedang menghadapi beban mental berat, agar kejadian serupa bisa dicegah sejak dini. (*)
Reporter: Eusebius Sara
Catatan Redaksi: Konten ini berisi adegan mengakhiri hidup, saran dari redaksi batampos.co.id jika anda atau keluarga mengalami depresi atau stres berat ada baiknya konsultasi ke psikolog.



