Rabu, 7 Januari 2026

Polresta Mediasi ADOB dan KOMANDO, Kasus Bentrokan Tetap Diselidiki

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Dua kelompok driver online bentrok di depan Hotel Utama, Lubukbaja, Minggu (12/10) dini hari.

batampos – Setelah sempat terjadi bentrokan antara dua komunitas driver ojek online (ojol), ADOB dan KOMANDO, di depan Hotel Utama, Lubukbaja, Minggu (12/10) dini hari, Polresta Barelang langsung bergerak cepat memfasilitasi pertemuan damai antara kedua pihak, Senin (13/10).

Pertemuan yang berlangsung hangat itu menjadi momen penting untuk meredam ketegangan sekaligus menyamakan persepsi. Kedua belah pihak sepakat menyudahi perselisihan dan menyerukan pentingnya menjaga situasi kondusif di tengah masyarakat.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, menegaskan bahwa Polri berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di Batam. Ia mengaku langsung berkoordinasi dengan para ketua komunitas begitu mendengar kabar keributan di lapangan.

Baca Juga: Polisi Olah TKP Pasca Bentrokan Dua Kelompok Driver Online di Lubukbaja

“Kami menyesalkan kejadian ini dan berharap tidak terulang. Polresta akan menindaklanjuti kasus ini secara profesional untuk memberikan kepastian hukum bagi para korban,” tegas Zaenal.

Selain menempuh jalur hukum, Kapolresta juga mengimbau seluruh komunitas ojol agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial dan tidak mudah terprovokasi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, menyampaikan bahwa penyelidikan masih berjalan. Polisi akan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti dari lokasi kejadian.

“Masih tahap awal penyelidikan. Akan kami dalami dengan memeriksa saksi dan barang bukti dari olah TKP,” ujar Debby.

Di hadapan forum, Ketua ADOB, Djefri Rajab, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang sempat mengganggu kenyamanan warga.

“Kami menyesalkan kejadian tersebut. Semoga ke depan silaturahmi dengan teman-teman dari KOMANDO bisa semakin baik,” ucap Djefri.

Hal senada disampaikan Ketua KOMANDO, Feryandi Tarigan, yang mengapresiasi langkah cepat Polresta dalam menangani insiden ini.

“Kami berharap seluruh driver online di Batam bisa bersatu dan tidak mudah terpancing. Terima kasih kepada Polresta yang sudah menjaga situasi tetap aman,” katanya.

Perwakilan komunitas lainnya juga menyerukan pentingnya verifikasi informasi sebelum disebarluaskan, khususnya di media sosial, guna mencegah gesekan antarpengemudi.

Sebagai langkah konkret, kedua komunitas sepakat untuk membuat surat pernyataan damai serta video klarifikasi bersama, sebagai bentuk komitmen menjaga perdamaian dan ketertiban di Batam. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Update