
Guna menjaga kondusivitas dan meminimalisasi potensi tindak kriminal, Polsek Nongsa memperkuat kehadiran personel di tengah masyarakat. Sejumlah langkah konkret dilakukan, mulai dari peningkatan patroli, optimalisasi peran Bhabinkamtibmas, hingga penempatan personel reserse secara mobile di titik-titik rawan.
Kapolsek Nongsa, Kompol Dr Arsyad Riyandi, mengatakan bahwa penguatan patroli dan sistem plotting anggota merupakan bentuk deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polsek Nongsa.
“Kami hadir di tengah masyarakat bukan hanya setelah kejadian, tetapi sebelum gangguan itu muncul. Patroli ditingkatkan, anggota reskrim kami sebar secara bergilir di daerah rawan, dan Bhabinkamtibmas terus aktif di kelurahan,” ujar Arsyad, Rabu(6/8).
Menurutnya, kehadiran polisi yang nyata dan rutin di lingkungan masyarakat turut menumbuhkan rasa aman serta kepercayaan publik terhadap aparat kepolisian.
“Kalau ada potensi gangguan, bisa langsung ditangani. Ini jauh lebih efektif daripada menunggu laporan warga,” tegasnya.
Di tengah peningkatan upaya menjaga keamanan tersebut, Polsek Nongsa juga tetap menggugah semangat nasionalisme masyarakat menjelang HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Salah satunya dengan membagikan bendera merah putih secara gratis kepada warga.
“Kami dorong masyarakat untuk ikut menyemarakkan kemerdekaan. Bendera merah putih kami bagikan langsung ke warga, agar serentak memasang di depan rumah masing-masing,” kata Arsyad.
Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari gerakan nasional sekaligus mempererat hubungan polisi dan masyarakat. Pihaknya juga memberi imbaun ke pemukiman warga untuk memasang bendera merah putih.
“Kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan semata menjaga keamanan, tapi juga menumbuhkan semangat persatuan,” ujarnya.
Dengan pendekatan preventif dan humanis ini, Polsek Nongsa berharap wilayahnya tetap aman, tertib, dan masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan masing-masing.
“Intinya, meningkatkan peran polri ditengah masyarakat,” pungkasnya. (*)



