Kamis, 8 Januari 2026

Ponton Pulau Ngenang akan Dibangun, Anggarannya Rp1,2 Miliar

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meninjau ponton yang rubuh di Kecamatan Belakangpadnag beberaa waktu lalu. Tahun ini  Pemko Batam berencana akan membangun ponton di Pulau Ngenang, Nongsa, dengan anggaran Rp1,2 miliar. Foto: Humas Pemko Batam untuk Batam Pos

batampos – Ponton di Pulau Ngenang Kecamatan Nongsa rencana dibangun tahun ini. Dinas Perhubungan Kota Batam telah mengangarkan untuk pembangunan ponton senilai Rp 1,2 miliar.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Salim, mengatakan, ponton untuk Pulau Ngenang termasuk dalam proyek strategis daerah (PSD). Karena itu, dalam pembangunan ponton ini, pihaknya meminta pendampingan dari Kejari Batam dan BPKP Kota Batam.

“Untuk proyek ini kami minta pendampingan, karena termasuk ke dalam proyek strategis daerah. Anggaran pembangunan ponton Rp 1,2 miliar,” jelas Salim.

Baca Juga: Dishub Kota Batam Survei Pendapatan Kotor Retribusi Parkir, Hasilnya Mencapai Rp26 Miliar

Menurut dia, rencana anggaran biaya juga tengah tahap verifikasi dan audit di inspektorat. Meski begitu, pihaknya telah melakukan konsultan perencanaan untuk pembangunan ponton tersebut.

“Untuk pembangunan menunggu SK walikota turun juga, kami juga telah melakukan konsultan perencanaan,” jelas Salim.

Dikatakan Salim, pembangunan ponton di Pulau Ngenang ini sudah beberapa kali tertunda. Dengan berbagai alasan, salah satunya keterbatsaan anggaran. Namun tahun ini, pembangunan ponton ini telah disahkan dan dianggarkan.

Baca Juga: Batam Aero Technic Cari 600 Calon Teknisi, Daftar di Sini

“Alhamdulillah tahun ini sudah ada anggaran. Kondisi sudah sangat urgent, karena itu butuh dibangun segera,” jelas Salim.

Disisi lain, Salim berharap pendampingan dari Kejari Batam dan BPKP untuk pembangunan ponton dapat berjalan sesuai dengan mestinya. Pembangunan bisa sesuai prosedur dan sarat akan penyelewengan.

“Kami juga berharap ada masukan, karena itu, minta pendampingan. Kami juga melakukan persentase dengan BPKP, untuk memastikan penggunaan anggaran tepat sasaran dan sesuai,” terang Salim.(*)

Reporter: Yashinta

Update