
batampos – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam mulai melepas jemaah calon haji (JCH) 24 Mei 2023 mendatang.
Sebanyak 369 JCH asal Kepri akan diberangkatkan dari Batam menuju Madinah menggunakan maskapai Saudi Arabia pukul 08.15 WIB.
Tahun ini sebanyak ada sekitar 1.286 JCH. jumlah ini kembali seperti semula usai pandemi Covid-19 melanda dunia. Pelonggaran aturan pelaksanaan ibadah haji tahun ini memungkinkan jemaah yang tertunda tahun lalu kembali berangkat ke tanah suci.
Baca Juga: Kabinda Kepri Kunjungi Shelter Penampungan Korban TPPO di Batam
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kepri, Mahbub Daryanto, mengatakan, Embarkasi Batam mendapatkan tambahan kuota 47 orang JCH, dan akan masuk dalam kloter 1.
“Jadi total 34 kloter yang akan berangkat musim haji tahun ini,” kata dia saat dijumpai di PIH Batam, Senin (8/5/2023).
Musim haji tahun ini, Embarkasi Batam masih melayani 4 provinsi. Jemaah akan berangkat pada tanggal 24 Mei pagi hari dengan tujuan ke Madinah.
Baca Juga: Indonesia Dapat Tambahan 8 Ribu Kuota Haji, Kuota Daerah Masih Dibahas di Pusat
Berdasarkan keseluruhan Embarkasih Hang Nadim Batam akan melayani sebanyak 11.776 calon haji yang berasal dari empat provinsi. Provinsi Jambi dan Riau merupakan jemaah antara. Sementara Kalimantan Barat dan Kepri masuk asrama satu hari sebelum keberangkatan.
Persiapan keberangkatan jemaah haji sudah dimulai dari sekarang. Pembetukan dan pelantikan PPIH yang akan mendampingi musim haji 2023 sudah dilakukan.
“Alhamdulillah petugas sudah dikukuhkan. Jadi kami berharap petugas bisa mendampingi proses pelaksanaan ibadah haji nantinya,” terangnya.
Baca Juga: Budayakan K3, Mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Ibnu Sina Gelar Webinar
Ia berharap JCH yang sudah mendapatkan jadwal keberangkatan bisa mempersiapkan diri dengan baik. Penting sekali menjaga kesehatan sebelum keberangkatan.
“Karena tidak ada batasan usia lagi seperti tahun lalu, jemaah diharapkan bisa ikut beribadah haji dengan sehat, dan selamat baik berangkat maupun kembali ke tanah air,” harapnya.(*)
Reporter: Yulitavia



