Pertemuan/konferensi organisasi keinsinyuran Se ASEAN telah berakhir dengan meriah, sebuah acara tahunan yang diadakan secara bergiliran di 10 negara ASEAN sesuatu dgn KTT ASEAN. Berlangsung dari 21 November hingga 23 November di Nusa Dua Bali Indonesia, CAFEO 41 atau Conference of ASEAN Federation of Engineering Organizations yang ke 41 membawa 2 pesan yang penting yaitu Blue Economy (ekonomi biru atau yg berbasis kelautan) dan Green economy (energi baru terbarukan). Sebagai tuan rumah di CAFEO 41, Persatuan insinyur Indonesia atau di singkat PII dengan Tagline Igniting ASEAN Green Energy and Blue Economy resmi di buka oleh Presiden RI yang di wakili oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Ir. Airlangga Hartanto IPU. Sebagai mantan Ketua Umum PII 2006 – 2009, Ir Airlangga mengapresiasi PII yang telah berhasil menjadi tuan rumah bagi 1200 delegasi insinyur dari 10 negara Asean.
Selain membicarakan issue-issue strategis mengenai rantai pasok keinsinyuran, CAFEO 41memberikan penghargaan bagi insan-insan keinsinyuran di Asean. Tahun ini, Ketua Persatuan Insinyur Indonesia cabang kota Batam, Ir Prastiwo Anggoro, IPU mendapatkan kehormatan Honorary Fellow AFEO atas dedikasinya terhadap perkembangan keinsinyuran di Indonesia khususnya di kota Batam.
Selama menjabat selaku ketua PII Batam selama 2 periode dari tahun 2019 sampai sekarang, keanggotaan PII Batam meningkat hamper 300% dengan jumlah terakhir di angka 927 anggota.
Selain itu, pemilik Surat tanda registrasi Insinyur yang sesuai UU keinsinyuran tahun 2014 mencapai 35% dari jumlah anggota, sebuah angka yang mencerminkan kebutuhan atas kepemilikan legal standing bagi praktek keinsinyuran bagi seorang sarjana teknik.
Penerimaan penghargaan honory fellow yang disebut sebagai pengakuan terhadap tokoh-tokoh keinsinyuran terkemuka atas kontribusi terhadap pelayanan keinsinyuran bagi lembaga, negara dan Asean. Di berikan langsung oleh ketua federasi organisasi keinsinyuran Se-Asean (AFEO) yang juga menjabat ketua umum PII Dr. Ir. Danis Sumadilaga, IPU.
Sebagai putra asli Kepri yang pertama kali mendapat penghargaan ini, Ir Prastiwo mengatakan “saya sangat percaya dengan iklim keinsinyuran yang semakin baik di kota Batam terbukti semakin banyak NY pemegang lisensi praktik keinsinyuran, di akan datang akan banyak putra putri asli Kepri yang akan tampil di event2 nasional dan internasional sepert ini”. Sebelumnya 3 tahun lalu, Ir. Prastiwo Anggoro juga memperoleh honorary Member AFEO di CAFEO 38 di Hanoi.
Selain itu Ir Prastiwo mengajak para orang tua agar mendorong anak2 muda lulusan sam di Batam untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dan memilih jurusan-jurusan teknik karena lulusan jurusan teknik merupakan pintu masuk untuk berkarir di pasar Masyarakat Ekonomi Asean melalui sertifikasi internasional dari Persatuan insinyur Indonesia tutup nya
Untuk mendapat informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran keanggotan Persatuan Insinyur Indonesia dan sertifikasi international dapat menghubungi admin There (0812 2304 1566). Ir. Sudomo (0812 7004 350) dan Imam (0831 8693 8215). Email : [email protected] dan [email protected].



