
batampos – Warga Perumahan Rindang Garden, Blok A4 RT 05/RW 27, Kelurahan Buliang, Batuaji, dikejutkan dengan peristiwa tragis seorang pria ditemukan tewas gantung diri di dalam rumahnya, Kamis (10/7) sekitar pukul 11.00 WIB. Pria tersebut diketahui berinisial Ejs, kelahiran 1997.
Korban ditemukan dalam keadaan tergantung di dapur rumah oleh istrinya yang baru pulang kerja. Saat itu, pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam, sehingga warga dan istri korban terpaksa mendobrak pintu untuk masuk. Pemandangan mengerikan pun langsung disaksikan, korban sudah tak bernyawa tergantung di dapur rumah.
Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. Petugas dari Polsek Batuaji datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban ke kamar jenazah RS Mutiara Aini. “Benar, kami menerima laporan seorang pria ditemukan gantung diri. Saat ini masih dalam penyelidikan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan.
Ketua RW 27, Catur, yang ikut mendampingi proses evakuasi, membenarkan korban ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB. Menurutnya, pagi hari sebelum kejadian, korban masih sempat mengantar istrinya bekerja. “Tak tahu kenapa istrinya pulang. Mungkin ada percakapan lewat ponsel, makanya dia balik ke rumah. Saat sampai, rumah terkunci dari dalam,” jelasnya.
Korban yang diketahui berprofesi sebagai sopir taksi online itu disebut-sebut sedang mengalami tekanan ekonomi. Salah satu kerabat yang ditemui di kamar jenazah RS Mutiara Aini menyebutkan bahwa korban diduga terlilit utang. “Katanya banyak yang menagih utang, jadi dia gelap mata,” ungkap kerabat korban.
Warga sekitar yang mengenal korban menyatakan bahwa selama ini korban dikenal sebagai pribadi yang ramah. Tidak ada tanda-tanda mencurigakan yang menunjukkan korban akan nekat mengakhiri hidupnya. Kejadian ini pun membuat warga perumahan setempat syok dan prihatin.
Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif pasti di balik aksi nekat tersebut. Termasuk kemungkinan tekanan dari masalah keuangan yang disebut-sebut menjadi salah satu penyebab. Pihak keluarga korban juga tengah berduka dan enggan memberikan banyak komentar kepada media.
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat keras akan pentingnya dukungan mental dan sosial, terutama bagi individu yang tengah menghadapi tekanan hidup berat. Aparat setempat mengimbau warga untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar dan saling peduli satu sama lain. (*)
Reporter: Eusebius Sara
Catatan Redaksi: Konten ini berisi adegan mengakhiri hidup, saran dari redaksi batampos.co.id jika anda atau keluarga mengalami depresi atau stres berat ada baiknya konsultasi ke psikolog.



