
batampos – Program Makan Bersama Gratis (MBG) di Batam terus berkembang. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengungkapkan bahwa sasaran program ini telah bertambah dari sebelumnya 13 sekolah menjadi 22 sekolah.
Selain itu, jumlah penerima juga terus meningkat. Saat ini sudah ada belasan ribu siswa yang merasakan manfaat.
“Saat ini sudah 16.844 siswa dari 22 sekolah yang menerima MBG, mulai dari tingkat TK hingga SMP,” katanya, Rabu (19/3).
Untuk mendukung distribusi makanan gratis ini, pemerintah telah mengoperasikan enam dapur utama yang tersebar di berbagai wilayah, yakni Bengkong, Anggrek Mas, Greenland, Sekupang, Batu Besar, dan Sei Beduk. Dapur terbaru yang beroperasi berada di kawasan Sekupang.
“Setiap dapur melayani maksimal 3.500 porsi MBG untuk siswa,” katanya.
Sementara itu, untuk sekolah-sekolah yang berada di pulau-pulau terluar, pemerintah akan menerapkan sistem berbeda. MBG di kawasan ini akan dikelola melalui pemberdayaan masyarakat, bukan melalui dapur terpusat seperti di daratan utama.
Tri menjelaskan, penggunaan dapur di pulau-pulau terluar dinilai kurang efisien karena jumlah siswanya tidak banyak, berkisar antara 30 hingga 100 siswa per sekolah. Jika menggunakan sistem dapur seperti di wilayah perkotaan, biaya operasionalnya justru akan lebih besar.
“Untuk sekolah di pulau-pulau terluar, dapur tidak bisa digunakan karena biayanya terlalu besar. Mereka akan menggunakan sistem pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Selain itu, dapur-dapur MBG di pulau akan dibangun dengan bantuan beberapa instansi, termasuk TNI, Polri, serta pemerintah daerah.
Agar program ini berjalan optimal, pengelolaan MBG di sekolah-sekolah pulau terluar nantinya akan diawasi langsung oleh kepala Satuan Pendidikan Pengelola Gizi (SPPG) dari Badan Gizi Nasional (BGN). (*)
Reporter: Arjuna



