Minggu, 25 Januari 2026

Program MBG di Batam Sudah Jangkau 15 Madrasah di Enam Kecamatan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi: Mendag Budi Santoso meninjau pelaksanaan Program MBG di Yayasan Ibnu Sina Batam, Kamis (14/8/2025). (Ade/Biro Adpim Kepri)

batampos – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah kini mulai dirasakan manfaatnya oleh para siswa madrasah di Kota Batam. Sejak bergulir pertengahan Juli lalu, program ini tidak hanya meringankan beban sekolah dan orang tua, tetapi juga menambah semangat belajar para siswa.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Budi Dermawan, menyebutkan saat ini ada 15 satuan pendidikan Islam dari berbagai jenjang yang telah menjalankan program MBG. Sekolah penerima tersebar di enam kecamatan, mulai dari Bengkong, Batam Kota, Nongsa, Batuampar, Lubukbaja, hingga Sekupang.

“Operasional sejauh ini berjalan lancar, dan tidak ada laporan insiden atau permasalahan. Anak-anak bisa merasakan manfaat langsung karena kebutuhan gizi mereka ikut terpenuhi,” kata Budi, Minggu (24/8).

Baca Juga: Reboisasi hingga Monitoring Lahan, Cara BP Batam Amankan Pasokan Air Bersih

Ia menambahkan, kehadiran MBG mendapat respon positif dari madrasah karena program ini bisa mendukung konsentrasi belajar siswa.

“Jumlah satuan pendidikan penerima bertambah cukup cepat. Baru mulai Juli, kini sudah 15 madrasah yang ikut,” ucapnya.

Program MBG menjangkau madrasah di semua jenjang. Untuk tingkat MI misalnya, penerima meliputi MIS Tarbiyyatul Hidayah, MIS Iskandar Muda, MI Muhammadiyah Batam Kota, MIS Al-Muttaqiin, MIS An Nisaa, MIS Terpadu Sayyidatu Haiba, MIN 1 Batam, dan MIS Restu Bunda.

Sementara di tingkat MTs, program ini berjalan di MTs Iskandar Muda, MTs Darul Ihsan, MTs Nurul Iman, MTs Darul Falah, serta MTs Al-Muttaqin. Sedangkan tingkat MA meliputi MAN 2 Kota Batam dan MAS Darul Falah.

Baca Juga: IRT Tewas Ditabrak di Jalan Sudirman Legenda Malaka

Salah satu guru, Nur Aini, mengungkapkan program MBG sangat membantu pihak sekolah. Ia menyebut siswa tampak lebih antusias mengikuti pelajaran setelah mendapat makanan bergizi.

“Anak-anak lebih bersemangat, apalagi sebagian dari mereka berasal dari keluarga sederhana. Program ini benar-benar meringankan beban orang tua,” katanya.

Berdasarkan data Kemenag Batam, terdapat 105 Raudhatul Athfal (RA), 36 MI, 26 MTs, dan 17 MA yang resmi terdaftar. Jumlah penerima program MBG di madrasah diperkirakan akan terus bertambah seiring pengembangan program.

Dengan adanya MBG, pemerintah berharap kebutuhan gizi siswa terpenuhi sehingga tumbuh kembang mereka lebih baik dan kualitas pendidikan di Batam ikut meningkat. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Update