
batampos – Proyek pelebaran Jalan R. Suprapto di kawasan Batuaji, tepatnya di sekitar simpang Puteri Hijau, kini menunjukkan progres signifikan. Setelah tahap pembukaan row (ruang milik jalan) rampung, pekerjaan langsung dilanjutkan dengan proses pengerasan dan semenisasi sejumlah ruas.
Pantauan di lapangan memperlihatkan bahwa pengerjaan proyek belum sepenuhnya selesai. Namun, bentuk jalan baru yang lebih lebar mulai terlihat nyata. Beberapa titik telah ditimbun dan diberi lapisan semen, menandakan proyek ini terus bergerak maju meski belum dapat dilalui kendaraan.
Untuk sementara, akses lalu lintas di lokasi tersebut masih menggunakan ruas jalan lama yang hanya memiliki dua lajur. Nantinya, bila proyek rampung, kawasan simpang empat ini akan memiliki lima lajur yang diyakini dapat mengurai kemacetan di jam-jam sibuk.
Pekerjaan pembukaan jalur cepat di sisi persimpangan juga mulai terlihat. Para pekerja dari kontraktor pelaksana PT Belantara Karyatama tampak berjibaku di lokasi, menyelesaikan pengerjaan secara bertahap demi mengejar target penyelesaian proyek.
Proyek yang dikerjakan oleh Pemerintah Kota Batam ini tidak hanya meliputi simpang Puteri Hijau, namun sudah meluas hingga mendekati simpang sebelum Perumahan MKGR arah Mukakuning. Sementara itu, arah ke simpang Basecamp masih berada dalam tahap pengerjaan di sekitar simpang utama.
Nurdin, seorang warga dan pengguna jalan yang kerap melintasi jalur ini, mengungkapkan harapannya agar proyek ini segera rampung. “Kalau sudah selesai, pasti lalu lintas lebih lancar dan tak macet lagi,” ujarnya, Rabu (4/6).
Proyek ini merupakan kelanjutan dari program peningkatan jalan R. Suprapto yang sudah dimulai sejak 2022 lalu. Secara keseluruhan, jalan yang semula hanya dua lajur akan diperlebar menjadi lima lajur sepanjang dua kilometer, dengan masa kerja selama 210 hari kalender.
Namun demikian, proses pengerjaan tak selalu berjalan mulus. Kendala seperti banyaknya instalasi kabel, tiang listrik, marka jalan, hingga pipa bawah tanah memperlambat sebagian proses pelebaran. Koordinasi dengan pemilik jaringan infrastruktur tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pelaksana proyek.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, menjelaskan bahwa proyek dimulai dari simpang Puteri Hijau menuju simpang Basecamp. Harapannya, setelah pelebaran ini selesai, akses utama Batuaji dan Sagulung akan lebih tertata dan bebas dari kemacetan yang selama ini menjadi keluhan utama warga.
Warga Batuaji dan Sagulung menyambut baik proyek ini. Selain sebagai bagian dari upaya penataan wajah kota, pelebaran jalan ini juga dinilai sebagai solusi jangka panjang mengatasi kepadatan kendaraan. Mereka berharap proyek serupa juga dapat dilakukan di ruas-ruas lainnya secara berkelanjutan. (*)
Reporter: Eusebius Sara



