Minggu, 8 Maret 2026

Provinsi Kepri Masih Kekurangan Dokter

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, M Bisri. Foto: Messa Haris/Batam Pos

batampos – Provinsi Kepri masih kekurangan dokter umum dan spesialis. Kebutuhan dokter ini masih cukup banyak, demi memberikan pelayanan mumpuni ke masyarakat.

Hal ini diamini oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, M Bisri.

“Kami sedang melakukan pemetaan (kekurangan) dokter di kabupaten dan kota di Kepri,” kata Bisri, Kamis (19/1/2023).

Ia mengatakan, setiap kabupaten itu minimal memiliki 7 dokter spesialis. Dokter spesialis yang dibutuhkan yakni penyakit dalam, anak, bedah dan anestesi. Sedangkan, di provinsi membutuhkan 12 spesialis.

Baca Juga: Berkah Ikan Dingkis, Semusim Cukup untuk Biaya Hidup Setahun

“Minimal ada 3 orang spesialis penyakit dalam. RSUP Kepri masih kekurangan itu,” ujarnya.

Bisri mengatakan, kekurangan dokter spesialis tidak hanya di kabupaten atau kota di Kepri saja. Tapi, RSUP Kepri juga masih belum memiliki dokter spesialis yang optimal.

Ia mencontohkan Provinsi Kepri belum memiliki dokter spesialis kanker dan jantung.

Baca Juga: Dispensasi Menikah Karena Hamil Duluan Jadi Perhatian Disdik

“Sejauh ini operasi jantung masih di Jakarta. Kalau hanya pasang ring sudah bisa, tapi operasi jantung harus ke Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta atau ke Medan dan Padang,” ujarnya.

Bisri mengatakan, Provinsi Kepri telah bekerjasama dengan beberapa rumah sakit seperti Harapan Kita, Cipto Mangunkusumo dan Dharmais. Kerjasama ini meliputi perawatan dan pelatihan atau coaching untuk para dokter di Kepri.

“Kami terus dorong. Makanya saya sebutkan tadi dokter umum juga tidak cukup. Misalnya satu puskesmas memiliki dua dokter umum, satunya sekolah. Tentu kurang lagi. Tapi dokter yang sekolah lagi itu, kami dorong agar memenuhi kebutuhan dokter spesialis,” ujar Bisri.

Baca Juga: Pendaftaran Kartu Kendali Membludak

Ia mengatakan, tidak hanya di Kepri saja kekurangan dokter spesialis. Secara nasional, Indonesia juga masih kekurangan dokter spesialis.

“Kami kan terus mendorong, agar dapat memberikan pelayanan maksimal ke masyarakat,” pungkasnya.(*)

Reporter: Fiska Juanda

SALAM RAMADAN