Selasa, 13 Januari 2026

Proyek IPAL Batam Capai 98 Persen, Ditarget Rampung Oktober

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pemantauan proyek IPAL oleh BP Batam dan EDCF Korea. (F.BP Batam untuk Batam Pos)

batampos – Proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kota Batam yang dikerjakan oleh BP Batam bekerja sama dengan Economic Development Cooperation Fund (EDCF) Korea menunjukkan progres signifikan.

Hingga Juni 2025, proyek senilai USD 54,5 juta ini telah mencapai 98,64 persen dan ditargetkan selesai pada Oktober mendatang. Demikian disampaikan oleh Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait.

“Pertemuan continue ini menjadi forum penting untuk mengevaluasi kemajuan pengerjaan fisik proyek,” katanya, Selasa (8/7).

Baca Juga: Dishub Batam Tegaskan Akan Razia Parkir Liar di Trotoar, Motor Diangkut dan Mobil Diderek

Proyek IPAL ini merupakan bagian dari strategi besar pembangunan infrastruktur dasar yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk mendukung transformasi Batam sebagai kota industri modern. Direktur Badan Usaha SPAM, Iyus Rusmana menyebutkan sejumlah capaian kunci yang telah terealisasi, seperti rampungnya pembangunan WWTP (Waste Water Treatment Plant) di Bengkong Sadai berkapasitas 20.000 m³/hari.

“Selain itu, lima stasiun pompa sudah selesai dipasang. Jaringan pipa utama dan sekunder sepanjang 114 km hampir rampung, serta lebih dari 8.500 dari target 11.000 sambungan rumah sudah terhubung,” kata Iyus.

Tak hanya aspek fisik, proyek ini juga menitikberatkan pada integrasi pengelolaan limbah. Pembangunan fasilitas pengomposan telah diselesaikan sebagai bagian dari sistem pengelolaan yang holistik.

BP Batam bersama mitra Korea juga intensif melakukan sosialisasi kepada warga. Hingga akhir Juni, sebanyak 29 kompleks perumahan telah menjadi lokasi kegiatan penyuluhan yang dilakukan bersama kontraktor Hansol Paper Co Ltd dan konsultan Sunjin Engineering & Architecture Co Ltd.

“Sosialisasi ini penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat jangka panjang dari proyek ini serta menampung berbagai masukan,” ujar dia.

Baca Juga: BI Kepri Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah Lewat Digitalisasi dan Hilirisasi Industri

Dari pihak EDCF, Muhammad Zia Mahiyar menyambut baik progres proyek. Katanya, menjaga kelancaran proses hingga selesai adalah upaya bersama agar proyek IPAL Batam dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia.

“Walaupun masih ada keluhan dari masyarakat, itu hal yang lumrah dalam proyek berskala besar. Mudah-mudahan semuanya bisa terselesaikan,” katanya.

Sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh, BP Batam dan EDCF juga menggelar kunjungan lapangan ke sejumlah titik proyek sehari sebelumnya. BP Batam berkomitmen memperkuat koordinasi lintas pihak agar pembangunan IPAL ini selesai tepat waktu dan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kualitas hidup masyarakat Batam. (*)

 

Reporter: Arjuna

Update