Minggu, 1 Februari 2026

Proyek Pelebaran Jalan Batuaji Terhambat Instalasi Jaringan Kabel dan Pipa

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Progres pengerjaan jalan di Batuaji. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Proyek lanjutan pelebaran Jalan R Suprapto di Batuaji masih terus berjalan, terutama di sekitar Simpang Puteri Hijau. Proyek peningkatan jalan ini bertujuan untuk memperluas ruas jalan dari dua lajur menjadi lima lajur dengan panjang sekitar dua kilometer. Pengerjaan proyek ini dilakukan oleh kontraktor pelaksana PT Belantara Karyatama dengan kontrak kerja selama 210 hari kalender.

Meski demikian, proses pelebaran jalan ini mengalami beberapa kendala di lapangan. Salah satu hambatan utama adalah banyaknya instalasi kabel dan jaringan pipa bawah tanah yang berada di sepanjang lokasi proyek. Hal ini mengakibatkan pengerjaan proyek harus dilakukan dengan lebih hati-hati dan memerlukan koordinasi dengan pihak terkait.

Pelebaran jalan dilakukan dengan membuka ROW (Right of Way) baru, tetapi keberadaan infrastruktur bawah tanah seperti kabel listrik dan pipa air menjadi tantangan tersendiri. Koordinasi dengan pemilik jaringan kabel dan pipa harus dilakukan terlebih dahulu sebelum proses penggalian bisa dilanjutkan.

Saat ini, progres pengerjaan masih terfokus di sekitar Simpang Puteri Hijau. Penggalian ROW jalan untuk pelebaran tidak bisa dilakukan dengan cepat karena perlu memastikan keamanan kabel dan pipa yang ada. “Iya, banyak kabel dan pipa, jadi memang harus diamankan dulu yang punya,” ujar Edi, salah satu pekerja di lapangan.

Proyek pelebaran jalan ini sangat dinantikan oleh masyarakat Batuaji dan Sagulung. Selain bertujuan untuk memperbaiki tata kota, pelebaran jalan ini juga diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang kerap terjadi, terutama di jam sibuk. Dengan peningkatan kapasitas jalan, arus lalu lintas di kawasan ini diharapkan menjadi lebih lancar.

Sejak tahun 2022, Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah mulai mengerjakan proyek pelebaran jalan secara bertahap hingga ke wilayah Tanjunguncang. Namun, karena keterbatasan anggaran dan teknis pengerjaan, proses pelebaran dilakukan secara bertahap sehingga belum seluruh ruas jalan mengalami peningkatan.

Menurut Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, proyek pelebaran jalan saat ini dimulai dari Simpang Puteri Hijau hingga ke arah Simpang Basecamp. Dengan panjang sekitar dua kilometer, proyek ini akan semakin mengoptimalkan konektivitas jalan yang sebelumnya telah diperlebar dari arah Simpang Basecamp.

Berdasarkan informasi yang tertera di plang proyek, anggaran yang digunakan untuk proyek pelebaran ini mencapai sekitar Rp14 miliar. Dengan target penyelesaian dalam 210 hari kerja, proyek ini diharapkan dapat rampung sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Sunario, salah seorang warga Sagulung, menyambut baik proyek ini. Ia mengaku sudah lama menantikan pelebaran jalan agar kemacetan dapat berkurang, terutama saat jam sibuk. “Sudah lama kami menantikan proyek pelebaran jalan ini. Semoga semuanya dilebarkan biar lancar arus lalu lintas. Selama ini sudah sering macet,” ungkapnya.

Jika proyek ini selesai, hampir seluruh ruas Jalan R Suprapto akan menjadi lima lajur. Satu-satunya bagian jalan yang masih belum diperlebar adalah ruas dari kawasan SP Plaza hingga Simpang Barelang. Dengan kelanjutan proyek ini, masyarakat berharap infrastruktur jalan di Batam semakin baik dan kemacetan yang selama ini terjadi bisa berkurang secara signifikan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update