Minggu, 1 Februari 2026

Proyek Pematangan Lahan di Marina Belakang Kaveling Plus Dikeluhkan Warga

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos — Proyek pematangan lahan di Marina, tepatnya di belakang Kaveling Plus, mendapat sorotan tajam dari masyarakat sekitar. Proyek ini diduga berdampak negatif terhadap lingkungan, terutama dalam hal sistem drainase dan resapan air. Sejumlah warga mengeluhkan bahwa sejak proyek tersebut berjalan, lingkungan mereka menjadi lebih rentan terhadap banjir.

Menurut keterangan warga, proyek pematangan lahan ini melibatkan penimbunan area yang sebelumnya berfungsi sebagai resapan air. Akibatnya, saat hujan deras mengguyur beberapa waktu lalu, kawasan sekitar mengalami banjir cukup parah. Bahkan, sebuah jembatan di daerah itu dilaporkan roboh akibat derasnya aliran air yang tidak tertampung dengan baik.

Rosma, salah seorang warga Kampung Capung, Marina, menyatakan bahwa sebelum adanya proyek ini, lingkungan sekitar tidak pernah mengalami masalah serius terkait banjir. Ia menegaskan bahwa jembatan yang kini roboh pun sebelumnya dalam kondisi baik dan tidak bermasalah.

“Kami dulu aman-aman saja. Tidak ada banjir separah ini, apalagi sampai jembatan putus. Setelah proyek itu berjalan, semuanya berubah. Kami benar-benar merasakan dampaknya,” ujar Rosma.

Harapan masyarakat saat ini adalah adanya tindakan nyata dari pihak terkait untuk menindaklanjuti keluhan mereka. Mereka tidak menolak pembangunan, tetapi meminta agar setiap proyek yang dilakukan tetap memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan warga sekitar.

Hal senada disampaikan oleh Rifki, warga lainnya. Ia menegaskan bahwa masyarakat mendukung pembangunan, tetapi dengan catatan harus membawa manfaat bagi semua pihak. Menurutnya, pembangunan yang baik seharusnya tidak justru menyulitkan warga setempat.

“Kami tidak menghambat pembangunan, tetapi tolong perhatikan juga dampaknya. Jangan sampai pembangunan yang harusnya membawa kemajuan malah menyusahkan masyarakat sekitar,” kata Rifki.

Menanggapi keluhan ini, Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, mengaku telah menerima banyak laporan dari warga, termasuk dari para ketua RT dan RW di wilayahnya. Ia pun berencana untuk segera turun ke lapangan guna mengecek langsung kondisi di lokasi proyek.

“Kami akan tindak lanjuti ini ke dinas terkait. Memang benar, banyak RT dan RW yang sudah komplain. Selain itu, proyek ini juga tidak ada pemberitahuan ke pihak kelurahan sebelumnya,” ungkap Syamsuddin. (*)

 

 

Reporter: Eusebius Sara

Update