
batampos – Tindakan kekerasan, termasuk penikaman, kerap muncul bukan tanpa sebab. Psikolog, Irfan Aulia, menyebut, dalam banyak kasus, pelaku kekerasan tidak memiliki jalan keluar atas persoalan yang dihadapi. Ketika tekanan tak tersalurkan, agresi menjadi pelampiasan.
“Penikaman atau tindakan kekerasan lainnya sering kali terjadi karena pelaku merasa tidak punya solusi lain. Mereka tidak memiliki jalan keluar selain melakukan agresi,” kata Irfan.
Irfan mengatakan, agresi bisa muncul dari pengalaman sosial yang salah. Seorang pelaku bully misalnya, berpotensi menjadi agresif apabila tak memiliki ruang lain untuk menyalurkan emosinya.
“Apalagi jika dia tidak punya tempat lain. Mereka belajar bahwa salah satu cara untuk menghadapi masalah adalah dengan berperilaku agresif,” ujarnya.
Irfan menyebut, sejumlah riset juga telah membuktikan hal tersebut. Saat individu mengalami tekanan terus-menerus dan tak menemukan kenyamanan, maka bentuk ketidaknyamanan itu bisa berubah menjadi tindakan kekerasan.
“Kenyamanan yang tidak ada atau terus terganggu bisa memicu agresi. Ini semacam pelarian atau bentuk ekspresi dari kondisi psikis yang tertekan,” ujarnya. (*)
Reporter: Fiska Juanda



