
batampos – PT Pulau Cahaya Terang menyumbangkan kasur dan sembako kepada pantia asuhan Uswatun Hasanah.
Ali Mardan, mewakili managemen PT Pulau Cahaya Terang, menuturkan, melalui program Corporate Social Responsibily (CSR) perusahaan ini menyumbang kasur bermerek Caisar Spring Bed, beras dan mie instan kepada penghuni panti asuhan, Minggu (27/11).
“Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada sesama. Sekaligus meringankan beban pengelola atau pengurus Panti Asuhan Uswatun Hasanah dalam mendidik generasi bangsa yang berakhlak,” ujarnya.
Baca Juga: BP Batam Terbitkan Perka Baru, Perizinan Kepelabuhanan Lebih Efisien
Pihaknya berharap, bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi para penghuni pantia asuhan Uswatun Hasanah.
Sebelumnya kata dia, pihaknya juga membantu korban kebakaran yang terjadi di Kelurahan Tanjungsengkuang, Batuampar. Pabrik spring bed tersebut juga menyalurkan kasur Caisar, beras dan juga mie instan.
Menurutnya, perusahaan tak hanya mengutamakan keuntungan bisnis saja, melainkan turut ikut membantu program-program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Multiple Entry Visa Berlaku Setahun, Pertama Ujicoba di Kepri
Sementara itu, Pengurus Panti Asuhan Uswatun Hasanah, Ustad Safar Marmansyah, mengucapkan syukur atas perhatian dan kepedulian dari PT Pulau Cahaya Terang, karena membantu meringankan beban panti asuhan.
Ia menyebut, Panti Asuhan Uswatun Hasanah didirikan sejak tahun 2018.
“Ada 19 orang anak yang kurang beruntung nasibnya sekarang menghuni di Panti Asuhan Uswatun Hasanah. Bersama dengan pengurus jumlah keseluruhan ada 25 orang di panti ini,” sebutnya.
Baca Juga: Industri Galangan Kapal Batam Mulai Bangkit, Butuh Ribuan Tenaga Kerja
Mewakili pengurus dan anak-anak panti asuhan, Ustad Safar Marmansyah mengucapkan terima kasih kepada PT Pulau Cahaya Terang yang membantu anak-anak didik kami.
“Kami mendoakan perusahaan PT Pulau Cahaya Terang terus berkembang dan tetap peduli kepada anak-anak yatim piatu serta masyarakat yang kurang mampu,” harapnya.(*)
Reporter: Eusebius Sara



