Sabtu, 7 Februari 2026

Puluhan Halte Bus Trans Batam Terdampak Pelebaran Jalan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Para penumpang mengantre di halte Bus Trans Batam di Batamcenter beberapa waktu lalu. Foto: Dokumentasi Batam Pos

batampos – Puluhan halte Bus Trans Batam mengalami penyesuaian atau terdampak dari pelebaran jalan yang dilakukan pemerintah pada sejumlah titik. Meski demikian, aktifitas antar jemput penumpang tetap berjalan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam, Salim mengatakan, setidaknya ada sekitar 50 titik halte Bus Trans Batam yang terimbas proyek jalan. Aktifitas tetap berjalan seperti biasa, bus tetap masuk ke koridor-koridor yang telah ditentukan.

Dishub Batam menempatkan beberapa petugas di tiap-tiap halte untuk melayani masyarakat atau penggunaan moda. Petugas disiagakan berjaga di koridor tertentu.


“Ada sekitar 50 halte yang terdampak pelebaran jalan. Tapi semua tetap jalan (aktivitas). Ada petugas yang berjaga di titik koridor,” katanya, Selasa (30/7).

Salim menyampaikan, baru ada sembilan dari 11 koridor yang telah aktif menjadi lintasan Bus Trans Batam. Pihaknya terus berupaya untuk mengaktifkan dua koridor tambahan, termasuk koridor Tembesi – Barelang yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Untuk koridor Tanjunguncang – Batamcenter, saat ini ada 6 unit bus yang beroperasi dari pukul 5.45 WIB sampai dengan pukul 19.00 WIB. Dishub Batam juga menegaskan komitmennya untuk meningkatkan fasilitas dan kualitas layanan Bus Trans Batam dengan menambah armada baru.

“Saat ini, terdapat sekitar 20 armada bus yang beroperasi setiap hari, dan kami terus berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna Bus Trans Batam,” kata dia.

Penambahan koridor bus berbarengan dengan penambahan beberapa armada baru. Setelah itu, barulah rute-rute ditambah. Untuk dua koridor tambahan rutenya Tembesi – Barelang, dan Nongsa – Jodoh.

Pemerintah Kota (Pemko) Batam, sebelumnya telah menerapkan sistem pembayaran Bus Trans Batam dengan metode Kartu Uang Elektronik (KUE) atau e-money dalam mendukung mendorong penerapan sistem pembayaran nontunai.

Salim menyebut, untuk mendukung hal tersebut, pihaknya melalui BLUD UPT Pelayanan Jasa Transportasi Dishub Kota Batam menjalin kerja sama dengan sejumlah perbankan, yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BCA.

Dengan adanya perjanjian kerjasama tersebut, maka pelayanan pembayaran Bus Trans Batam diharapkan semakin meningkat dan memudahkan masyarakat. Tak cuma itu, hadirnya layanan nontunai ini meningkatkan efektivitas proses pembayaran moda trasnportasi umum Batam itu.

“Di era digital ini hampir semua transaksi menggunakan nontunai. Bus Trans Batam sebagai salah satu fasilitas publik berupaya memberikan pelayanan yang baik,” ujar Salim. (*)

Reporter: Arjuna

Update