Rabu, 21 Januari 2026

Puncak HPN 2023, Presiden Joko Widodo Ketik Kata HPN di Mesin Tik Tua 

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Presiden Ri Joko Widodo, sesaat setelah mengetikkan kata HPN pada acara Puncak HPN 2023. Foto: Messa Haris/Batam Pos
Presiden Ri Joko Widodo, sesaat setelah mengetikkan kata HPN pada acara Puncak HPN 2023. Foto: Messa Haris/Batam Pos 
batampos – Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2023 ditandai dengan ketikan HPN oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), dengan menggunakan mesin tik tua yang pernah digunakan jurnalis Pewarta Deli, koran bersejarah Sumut di masa lalu.
Dalam sambutannya, Presiden mengingatkan pers mengenai pemberitaan yang jujur dan bertanggungjawab.
“Pers sudah mencakup seluruh media informasi yang bisa tampil dalam bentuk digital, semua orang bebas membuat berita. Sekarang masalah yang utama, menurut saya adalah membuat pemberitaan yang jujur dan bertanggung jawab,” katanya, Kamis (9/2/2023).
Menurutnya berita saat ini sangat mudah didapatkan oleh masyarakat melalui media sosial. Dalam situasi seperti ini, media mainstream sangat dibutuhkan untuk menjadi rumah penjernih informasi.
Media arus utama menyajikan informasi yang terverifikasi dan menjalankan peran sebagai communication of hope yang memberi harapan pada masyarakat.
“Peran utama media kini makin penting untuk mengamplifikasi kebenaran dan menyingkap fakta terutama di tengah keganasan post truth, pasca fakta dan pasca kebenaran. Media arus utama diharapkan mampu menjaga dan mempertahankan misinya untuk mencari kebenaran, searching the truth dan membangun optimistisme,” katanya.
Oleh karena itu, Presiden meminta semua pihak baik kepada lembaga pemerintah pusat dan daerah, BUMN, perusahaan swasta, lembaga swadaya masyarakat, untuk mendukung keberadaan media arus utama.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, mengingatkan pers bebas dan bertanggung jawab.
Kata dia, kebebasan pers yang harus  dimaknai adalah bagaimana kebebasan sebagai nilai yang baik dan berguna di dalam etika yang bertanggtungjawab.
“Dalam kode etik jurnalistik disampaikan wartawan Indonesia dalam menghasilkan berita harus akurat berimbang dan tidak beritikad buruk dan harus sesuai dengan hati nurani. Ini tugas pemberitaan melayani kemanusiaan dan hati nurani,” ujarnya.
Edy berharap, pers berperan penting memperkuat penggunaan nalar publik yang menuju pada kebaikan.
“Maka penghargaan tertinggi profesi jurnalistik bagaimana pers bertanggungjawab pada upaya pembangunan kemanusiaan secara utuh,” katanya.
Edy juga mengatakan, kekuatan media saat ini sangatlah luar biasa. Menurutnya, kebenaran dapat dikonstruksi secara maya.
“Kita hidup pada zaman ketika media menjadi kekuatan yang sungguh luar biasa. Ada satu teori yang menyatakan bahwa kenyataan dapat dibentuk dan suatu versi kebenaran dapat dikonstruksi secara maya. Awalnya saya meragukan teori ini. Namun hari ini teori itu ada benarnya. Sehingga zaman ini disebut sebagai zaman post truth atau matinya kebenaran, kebohongan menjadi kebenaran apabila diproduksi terus menerus,” ujar Edy.
Edy meminta insan pers untuk terus memberitakan informasi mengenai potensi Sumut. Sesuai dengan arahan Jokowi, seluruh pihak mestilah berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi termasuk pers.
“Saya menitipkan ke semua insan pers yang hadir untuk dapat menulis hal-hal yang positif tentang Sumut. Apakah tentang kulinernya, budaya, pariwisata dan potensi ekonomi lainnya. Yang akan memberikan citra positif bagi investor dan wisatawan datang ke Sumut,” ujarnya.
Ketua PWI Pusat, Atal S Depari, juga  memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
“Syukur, Provinsi Sumut telah berkenan jadi tuan rumah. Pak gubernur support habis pelaksanaan HPN, memikirkan segala rupa persiapan HPN, sampai-sampai beliau (Edy) tidak nyenyak tidur. Beliau bertekad HPN Sumut harus sukses. kami bangga dengan tekad beliau,” katanya.
Atal menjelaskan, Sumut merupakan bagian penting menjadi sejarah pers Indonesia.
“Di Sumut lahir pelopor pers Indonesia, lahir media legendaris, lahir wartawan pejuang yang menghidupkan perjalanan pers Indonesia,” kata Atal.
Pada Puncak HPN 2023 juga diserahkan penghargaan pada tokoh pelopor pers dari Sumut. Di antaranya Dja Endar Moeda (tokoh pers perjuangan), Parada Harahap (tokoh pers perjuangan), Mohammad Said (tokoh pers perjuangan) Tuan Manullang (tokoh pers perjuangan), Ani Idrus (tokoh pers perempuan) dan Muhammad TWH (Tokoh pers tiga zaman).(*)

Update