Minggu, 25 Januari 2026

QRIS Jelajah Indonesia 2025 Digeber di Kepri, Literasi Digital Dibalut Kearifan Lokal

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menghadirkan gebrakan inovatif di dunia digitalisasi pembayaran. Bertajuk QRIS Jelajah Indonesia 2025. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menghadirkan gebrakan inovatif di dunia digitalisasi pembayaran. Bertajuk QRIS Jelajah Indonesia 2025, program ini tak sekadar mengenalkan teknologi transaksi nontunai, tapi juga mengusung misi kultural: memadukan literasi keuangan dengan kekayaan budaya dan wisata lokal.

Dilepas secara resmi dari halaman Kantor BI Kepri, Sabtu (23/8), kegiatan ini melibatkan 22 tim berisi 66 peserta pilihan. Mereka akan menjelajah Kepri sambil membawa misi penting: mengedukasi dan menyosialisasikan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) ke berbagai lapisan masyarakat, dari pedagang kaki lima hingga UMKM berbasis digital.

Husni Napari, Kepala Fungsi Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah BI Kepri, menjelaskan bahwa QRIS Jelajah Indonesia bukan sekadar ajang kompetisi atau branding program. “Ini adalah gerakan nyata. Kami ingin masyarakat benar-benar memahami manfaat QRIS dalam kehidupan sehari-hari—lebih cepat, aman, efisien, dan tanpa kontak fisik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BI Kepri, Rony Widijarto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif nasional yang melibatkan 46 kantor perwakilan BI di seluruh Indonesia. “Di Kepri, kami sengaja memadukan edukasi digital dengan pendekatan budaya. Karena masyarakat akan lebih mudah menerima hal baru jika dibungkus dengan nuansa yang dekat dengan kehidupan mereka,” tuturnya.

Rangkaian acara dikemas dengan penuh kreativitas. Mulai dari lomba-lomba bernuansa budaya, pertunjukan seni daerah, promosi kuliner lokal, hingga workshop literasi keuangan berbasis komunitas. Peserta juga akan menyambangi titik-titik strategis di Batam dan sekitarnya untuk mengajak pelaku usaha dan masyarakat mulai menggunakan QRIS sebagai solusi pembayaran masa kini.

Tak hanya berhenti di kegiatan, dampaknya juga terlihat secara angka. Rony menyebut, sepanjang 2024, Kepri membukukan 33 juta volume transaksi QRIS senilai Rp5,20 triliun. Hingga Juli 2025, transaksi sudah mencapai 4 juta dengan nilai hampir Rp5 triliun, dan ditargetkan tembus 50 juta transaksi di akhir tahun.

“Angka ini bukan sekadar statistik. Ini adalah bukti bahwa QRIS sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Kepri. Merchant makin banyak, pengguna makin luas. Ini sinyal bahwa kepercayaan terhadap pembayaran digital sudah terbentuk,” jelasnya.

Program QRIS Jelajah Indonesia juga dinilai mampu menjadi lokomotif baru bagi perekonomian daerah. Dengan meningkatnya penggunaan QRIS di sektor informal, aliran transaksi menjadi lebih transparan, tercatat, dan bisa dimanfaatkan sebagai data ekonomi mikro. Ini membuka jalan bagi UMKM untuk naik kelas, bahkan menjangkau pasar digital yang lebih luas.

Lewat semangat “jelajah”, BI tak hanya mengedukasi, tetapi juga merangkul kearifan lokal sebagai jembatan menuju ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan. QRIS tak sekadar alat transaksi, tapi simbol kemajuan dan kebangkitan ekonomi daerah. (*)

Reporter: Aziz Maualana

Update