Kamis, 29 Januari 2026

Ratusan Barcode BBM Subsidi di Kepri Diblokir, Pertamina Imbau Warga Waspada Penyalahgunaan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Menggunakan sistem pendataan berbasis teknologi dengan penerapan QR Code untuk kendaraan roda empat untuk pengisian BBM Subsidi di SPBU.

batampos – Ratusan barcode bahan bakar minyak (BBM) subsidi My Pertamina di Kepri terpaksa diblokir oleh Pertamina Patra Niaga dalam kurun waktu beberapa bulan ini. Pemblokiran diduga karena penyalahgunaan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Region Sumbagut, Susanto Satria mengatakan

kondisi ini terungkap setelah banyak masyarakat melaporkan berkurangnya kuota BBM, meskipun tidak melakukan pembelian.

“Ada ratusan barcode yang sudah kami blokir. Laporan-laporan yang masuk menunjukkan ada kasus di mana seseorang tidak membeli solar atau pertalite, tetapi kuotanya berkurang. Ini bisa kami lihat langsung di sistem,” ungkap Satria di Batam Senin (19/5).

Menurut dia, salah satu penyebab utama kebocoran adalah kebiasaan pengguna yang menempelkan barcode BBM pada kendaraan atau mencetaknya sebagai stiker. Barcode yang terlihat bebas ini berisiko disalin atau difoto oleh oknum, kemudian digunakan tanpa sepengetahuan pemilik aslinya.

“Kalau barcode dijadikan stiker dan menempel di kendaraan, itu bisa difoto dan disalin. Dan saat barcode itu digunakan di SPBU, sistem tetap akan melayani karena tidak bisa membedakan mana barcode asli dan mana yang disalin,” jelasnya.

Akibatnya, pemilik barcode merasa dirugikan karena subsidi BBM miliknya tersedot oleh pihak lain. Untuk mencegah hal tersebut, Pertamina mendorong pengguna agar melakukan penyegaran barcode secara berkala melalui aplikasi MyPertamina.

“Melalui fitur refresh barcode, kode yang lama akan diganti dengan yang baru. Jadi kalau barcode lama disalahgunakan, itu sudah tidak bisa dipakai lagi,” kata Satria

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk berhati-hati saat transaksi di SPBU. Barcode sebaiknya tidak diberikan dalam bentuk foto, dan operator SPBU pun diminta langsung memindai barcode dari aplikasi, bukan melalui galeri ponsel.

“Jangan izinkan barcode difoto oleh operator. Pastikan barcode discan langsung dari aplikasi, bukan dari gambar,” tegasnya.

Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk memastikan distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak berhak.

“Yang pasti, fungsi utama barcode untuk memastikan penyaluran bbm subsidi tepat sasaran,” pungkasnya. (*)

Reporter: Yashinta

Update