Selasa, 13 Januari 2026

Ratusan Buruh Siap Geruduk PT ASL, Tuntut Hentikan Aktivitas dan Evaluasi Total K3

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Korban ledakan kapal tanker Federal II milik PT ASL Shipyard saat dievakuasi.

batampos – Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Logam (SPL) FSPMI Kota Batam akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di PT ASL Marine Shipyard, Tanjunguncang, Rabu (22/10). Aksi ini merupakan bentuk protes keras atas tragedi ledakan kapal MT Federal II yang menewaskan 13 pekerja dan melukai belasan lainnya.

Ketua PC SPL FSPMI Kota Batam, Suprapto, menyebutkan sekitar 500 buruh akan turun ke jalan dalam aksi yang rencananya akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut.

“Besok kami bergerak dari Panbil menuju PT ASL. Kami juga akan lanjutkan aksi ke Pemko Batam. Pemerintah tidak bisa lagi diam soal lemahnya pengawasan keselamatan kerja di galangan kapal,” ujar Suprapto, Selasa (21/10).

Baca Juga: Usai Ledakan Maut, Galangan PT ASL Shipyard Masih Berdenyut Aktivitas

Dalam tuntutannya, massa buruh meminta agar proses hukum tidak berhenti pada pekerja atau pengawas lapangan saja, melainkan menyasar hingga ke manajemen dan pemilik perusahaan.

“Kalau hanya yang di bawah yang dikorbankan, keadilan tidak akan pernah hadir. Mereka hanya pelaksana. Keputusan dan sistem ada di atas,” tegas Suprapto.

Selain itu, para buruh juga mendesak agar seluruh aktivitas produksi di PT ASL dihentikan sementara waktu, sampai ada jaminan nyata terkait perbaikan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Sudah terlalu banyak korban jiwa. Manajemen di sana amburadul. Stop dulu semua kegiatan sampai benar-benar aman,” tambahnya.

Rute aksi dijadwalkan berawal dari Panbil, Muka Kuning, kemudian bergerak menuju PT ASL di Tanjunguncang, dan dilanjutkan ke Kantor Wali Kota Batam untuk menyampaikan aspirasi langsung ke pemerintah daerah.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, membenarkan rencana aksi tersebut dan menyatakan pihaknya siap melakukan pengamanan.

“Benar, kami sudah terima pemberitahuan aksi. Insyaallah kami amankan agar kegiatan berlangsung tertib dan kondusif,” katanya. Ia juga mengimbau agar buruh tidak melakukan tindakan anarkis dan tetap mengikuti aturan hukum.

Gelombang kritik terhadap lemahnya penerapan keselamatan kerja di PT ASL semakin meluas pasca tragedi maut yang terjadi di kapal tanker MT Federal II saat proses perbaikan. Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan kerja paling mematikan di industri galangan kapal Batam dalam beberapa tahun terakhir.

Berbagai pihak kini mendorong agar budaya keselamatan kerja benar-benar ditegakkan, bukan hanya jadi formalitas di atas kertas. Tragedi ini dianggap sebagai alarm keras bagi pemerintah dan pelaku industri agar tidak lagi menyepelekan nyawa para pekerja. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update