
batampos – Predator Fishing Club Batam kembali menggelar ajang bergengsi International Friendly Fishing Tournament 2025. Kompetisi ini menjadi salah satu agenda tahunan yang selalu dinanti para pecinta mancing, baik dari dalam maupun luar negeri. Tahun ini, turnamen digelar di perairan Pulau Petong, Kecamatan Galang, dengan suasana penuh keakraban dan semangat sportivitas.
Ketua umum dan penanggung jawab acara, Yulianto, mengungkapkan bahwa turnamen ini diikuti oleh 205 angler yang terbagi ke dalam 41 tim. Peserta datang dari berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, Jepang, serta komunitas pemancing dari Bandung. “Turnamen ini bukan hanya soal adu keahlian memancing, tetapi juga ajang silaturahmi antarpecinta mancing dari berbagai daerah dan negara,” ujarnya.
Kegiatan mancing dilakukan selama satu malam penuh dengan menggunakan 41 bot pancing, di mana setiap bot diisi oleh lima peserta. Suasana malam di tengah laut menambah tantangan sekaligus keseruan tersendiri bagi para peserta. “Ini pengalaman yang tidak hanya menguji teknik, tetapi juga kekompakan tim,” tambah Ketua panitia Slemat Riadin.
Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, turut hadir dalam prosesi pelepasan turnamen. Ia menilai kegiatan ini membawa banyak manfaat, baik bagi promosi pariwisata maupun perekonomian masyarakat lokal. “Melalui kegiatan ini, Batam semakin dikenal sebagai destinasi wisata memancing. Selain itu, kapal yang digunakan peserta merupakan milik warga sekitar Galang, sehingga masyarakat juga merasakan dampak ekonominya,” jelas Yudi.
Yudi juga mengingatkan seluruh peserta untuk tetap mengutamakan keselamatan selama kegiatan berlangsung. “Jaga keamanan dan pastikan semua perlengkapan sesuai standar. Selain itu, jangan lupa menjaga kelestarian laut dengan tidak membuang sampah sembarangan,” pesannya.
Warga Pulau Petong pun menyambut antusias turnamen ini. Kehadiran ratusan pemancing dari berbagai negara membuat suasana pulau menjadi lebih ramai. Beberapa warga bahkan menyediakan layanan tambahan, seperti penginapan sederhana, penyewaan alat pancing, hingga kuliner khas laut, yang semakin menambah geliat ekonomi setempat.
Turnamen ini juga menjadi ajang pertukaran pengetahuan dan teknik memancing di kalangan komunitas. Peserta bisa belajar metode dan trik baru dari pemancing profesional luar negeri yang turut berpartisipasi. Hal ini menjadikan kegiatan ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga sarana edukasi bagi para penghobi.
Dengan semangat kebersamaan dan cinta terhadap kelestarian laut, International Friendly Fishing Tournament 2025 diharapkan semakin memperkuat citra Batam sebagai pusat wisata bahari dan memancing kelas dunia. Tahun depan, Predator Fishing Club berencana mengembangkan turnamen ini agar lebih besar, melibatkan lebih banyak negara, serta menambah rangkaian kegiatan menarik lainnya. (*)
Reporter: Eusebius Sara



