Senin, 2 Februari 2026

Ratusan Pencaker Tertipu Dijanjikan Bekerja di Perusahaan Mukakuning, Setiap Orang Bayar Rp1 Juta

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Ribuan Pencari Kerja (Pencaker) memadati gedung S Universitas Putra Batam untuk mengikuti kegiatan Job Fair. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos– Ratusan pencari kerja (pencaker) di Kota Batam menjadi korban penipuan 2 orang wanita berinisial A dan H. Para pencaker ini dijanjikan lolos tes dan bekerja di salah satu perusahaan Mukakuning dengan bayaran Rp 1 juta.

Aminah, salah seorang korban mengatakan penipuan ini terkuak setelah para korban menagih janji pelaku dan menggiringnya ke Mapolsek Batam Kota pada Sabtu (23/2) kemarin.

“Pelaku mengatakan ada lowongan di PT tempat ia bekerja, dan mengaku bisa meloloskan kami. Karena untuk masuk itu harus ada orang dalam,” ujarnya.

BACA JUGA: Pengurusan Kartu Kuning di Kantor Disnaker Batam Masih Sepi, Rudi Imbau Pencaker Segera Mengurus

Aminah menjelaskan untuk meyakinkan korban, pelaku mengaku berstatus sebagai supervisor dan HRD perusahaan. Pelaku meminta bayaran tersebut dengan dalih uang pelicin ke pihak HRD yang melakukan tes.

“Saya sendiri tau informasi dari mulut ke mulut, dan ada postingan juga di FB. Lalu saya mentransfer uang pada akhir tahun. Janjinya awal tahun akan ada lowongan, setelah menunggu hampir 2 bulan tidak ada,” katanya.

Menurut Aminah, penipuan yang dilakukan pelaku berlangsung selama bertahun-tahun. Jika ditagih, pelaku selalu mengelak dan mengaku lowongan pekerjaan tersebut diundur.

“Kami juga datang ke perusahaan itu, ternyata tidak ada pembukaan lowongan,” ungkapnya.

Ia berharap pihak kepolisian bisa menghukum berat pelaku dan mengembalikan seluruh uang kepada para korban.

“Yang banyak ditipu itu juga seperti saya, anak rantau. Datang ke Batam untuk mencari kerja dan bawa uang pas-pasan dari kampung, malah ditipu pelaku ini,” katanya.

Sementara Kapolsek Batam Kota, Kompol Anak Agung Made Winarta membenarkan adanya kasus penipuan ini. Dari pemeriksaan awal, korban mencapai 120 orang.

“Benar, kemarin ada ramai-ramai datang ke Polsek,” ujarnya.

Agung mengatakan kasus ini tengah diselidiki dan terduga pelaku menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polresta Barelang.

“Sekarang Polresta yang tangani. Karena ada beberapa laporan, termasuk Batuaji juga,” tutupnya. (*)

Reporter: Yofi

Update