Kamis, 22 Januari 2026

Rawan dan Semrawut, Warga Minta Halte di Depan SMPN 47 Marina

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Suasana depan SMPN 47 Batam di Marina. Tak ada halte siswa dan penjemput kehujanan saat hari hujan. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kawasan Marina City, Tanjungriau, Sekupang, kini menjadi sorotan warga lantaran belum tersedianya halte pemberhentian bus yang memadai di sepanjang jalan utama. Halte dinilai sangat dibutuhkan, bukan hanya untuk keperluan naik turun penumpang angkutan Trans Batam, tetapi juga sebagai tempat berlindung masyarakat dan pelajar saat hujan turun.

Kondisi ini dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar, terutama para siswa SMPN 47 Marina dan orang tua yang menjemput anak-anaknya. Setiap kali hujan turun, banyak siswa terpaksa kehujanan saat menunggu jemputan karena tidak ada tempat berteduh. Begitu juga para orang tua yang menjemput, harus menepi di pinggir jalan tanpa perlindungan dari hujan deras.

“Kalau hujan, anak-anak banyak yang berteduh di bawah atap warung atau di pinggir pagar sekolah. Kadang malah kehujanan semua. Harusnya ada halte supaya bisa berteduh dengan aman,” ujar Imran, warga Marina yang juga pengguna jalan, Selasa (7/10).

Hal serupa disampaikan Sujud, salah satu orang tua siswa SMPN 47 Marina. Ia menilai keberadaan halte bukan hanya memudahkan pengguna Trans Batam, tetapi juga membantu menjaga keselamatan pelajar dari potensi kecelakaan di jalan raya yang padat. “Sekolah ini kan langsung di pinggir jalan besar. Banyak motor dan mobil lalu lalang. Kalau anak-anak berdesakan di trotoar sempit, sangat bahaya,” tuturnya.

Selain minim halte, kondisi di depan SMPN 47 Marina juga terbilang rawan karena trotoar yang ada sudah dipadati pedagang kaki lima. Para penjemput kendaraan pribadi terpaksa berjejer di pinggir jalan untuk menunggu anak mereka keluar sekolah. Situasi ini menimbulkan kemacetan sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas di jam-jam sibuk.

Warga berharap pemerintah kota Batam melalui Dinas Perhubungan segera meninjau ulang titik-titik strategis di kawasan Marina City untuk penambahan halte. Hal ini dinilai penting mengingat kawasan tersebut kini semakin ramai dengan aktivitas warga, termasuk pelajar dan pekerja yang menggunakan transportasi umum setiap harinya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra, mengatakan bahwa setiap tahun pihaknya menambah sekitar sepuluh unit halte di berbagai wilayah Batam. Penambahan tersebut termasuk untuk kawasan Batuaji, Sagulung, dan Marina. “Tapi titik pastinya saya belum lihat lagi. Kita upayakan dulu di lokasi-lokasi yang paling membutuhkan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Leo menegaskan bahwa usulan dari masyarakat akan menjadi pertimbangan pihaknya dalam menentukan lokasi prioritas pembangunan halte tahun depan. “Kami terbuka menerima masukan. Prinsipnya, kita ingin semua kawasan di Batam memiliki akses transportasi publik yang aman dan nyaman, terutama bagi pelajar dan pengguna jalan,” katanya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update