
batampos – Kepala Lapas Kelas IIA Batam, Yugo Indra Wicaksi, terus berupaya mengenali situasi dan lingkungan di Lapas Batam. Sebagai langkah awal, Kalapas Yugo memberikan perhatian khusus terhadap kondisi lingkungan sekitar lapas yang dinilainya cukup rawan terhadap upaya penyelundupan barang terlarang.
Menurut Kalapas, salah satu permasalahan utama yang menjadi fokusnya adalah posisi lapas yang lebih rendah dibandingkan lingkungan sekitarnya. Hal ini membuka peluang bagi pihak luar untuk melemparkan barang-barang terlarang ke dalam lapas. Oleh karena itu, upaya antisipasi perlu segera dilakukan untuk mengatasi potensi risiko tersebut.
“Saya sudah melihat dan memang ada peluang terjadinya pelemparan barang dari luar ke dalam lapas. Itu yang harus kita antisipasi. Jika ada yang melempar, barang tersebut kemungkinan besar akan jatuh di area brandgang, yaitu jalur kosong di sekitar tembok lapas yang berfungsi sebagai zona pengamanan,” ujar Yugo.
Sebagai langkah pencegahan, Kalapas mengerahkan 130 pegawai lapas untuk meningkatkan pengawasan di area brandgang. Selain itu, ia juga menggagas program kegiatan kemandirian bagi warga binaan yang ditempatkan di area tersebut. Tujuan dari program ini adalah agar warga binaan turut berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
“Kami akan menempatkan berbagai kegiatan kemandirian di area brandgang agar lebih terpantau. Dengan begitu, jika ada upaya pelemparan barang dari luar, warga binaan yang berada di sana juga bisa membantu dalam pengawasannya,” tambahnya. (*)
Reporter: Eusebius Sara



